Archive for the 'Oase Iman' Category

Indahnya Memaafkan

Thursday, November 23rd, 2006

Oleh: Abu Naila

Walaupun mudah diucapkan, memaafkan bukanlah perbuatan yang mudah dilakukan. Ketika seseorang telah atau akan dicelakai, maka yang tertanam biasanya perasaan dendam dan ingin membalas. Perasaan seperti itu adalah wajar dalam diri orang biasa. Namun, sikap memaafkan hanya ada pada diri orang yang luar biasa.

Memaafkan butuh kematangan (more…)

Menjaga Lisan

Thursday, November 16th, 2006

Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (bukan memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf nahi mungkar ( memerintahkan kebaikan, melarang kemungkaran) dan Dzikrullah Azza wa Jalla (mengingat Allah Azza wa Jalla). (HR Tirmidzi)

Mengapakah pada saat-saat beribadah kepada Allah, kita sering tidak merasakan kekhusyukan, apalagi sampai dapat menitikkan air mata, sehingga hampir tidak pernah terasakan lagi lezat dan nikmatnya menghadap Allah?Ternyata semua itu berpangkal dari hati yang kesat dan kotor. Di dalam hati yang demikian memang tak akan pernah bersemayam nuur (cahaya) iman yang sesungguhnya.
(more…)

Bahkan, Malam Pertamapun Belum Usai

Thursday, November 2nd, 2006

Oleh: Abu Aufa

Langit begitu memesona. Kerlip gemintang bagaikan menggoda rembulan yang sedang kasmaran. Suguhan orkestra dari penghuni malam laksana simfoni indah. Seketika romansa pun tercipta. Hingga, sepasang manusia itu semakin dimabuk kepayang.

Mereka memang baru saja menjalin sebuah ikatan. Memadu segala rasa dari dua lautan jiwa. Berjanji, menjaga bahtera tak akan karam walau kelak badai garang menghadang. Kini, dunia seakan menjadi milik berdua. Malam pertama yang selalu panjang bagi setiap mempelai dilalui dengan penuh mesra. Tak diharapkannya pagi segera menjelang. Segala gemuruh hasrat tertumpah. Sebab, sesuatu yang haram telah menjadi halal. (more…)

Cintanya Rasulullah

Thursday, October 26th, 2006

“Manusia tidak jatuh ‘ke dalam’ cinta, dan tidak juga keluar ‘dari cinta’. Tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta”.

Cinta, di banyak waktu dan peristiwa orang selalu berbeda mengartikannya. Tak ada yang salah, tapi tak ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah.
(more…)

Andai ini Ramadhan terakhir

Sunday, October 1st, 2006

wahai dikau…renunglah engkau akan nasib diri
wahai qalbu…sedarkah engkau akan gerak hati
wahai aqal…terfikirkah engkau akan apa yang bakal terjadi
andai ini merupakan Ramadhan yang terakhir kali
buatmu sekujur jasad yang bakal berlalu pergi
tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi
pabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi
kematian…adalah sesuatu yang pasti

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu…kepada-NYA Tuhan yang satu

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjai…sungguh khusyuk lagi tawadhu’
tubuh, minda, dan qalbu…bersatu memperhamba diri
mengadap Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji
“innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin”
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku…
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekelian alam]

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kau persiakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dipersia begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran bakal kau dendang…bakal kau syairkan

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu engkau sibukkan dengan pesta-pestaan
berterawih…berqiamullail…bertahajjud…
mengadu…merintih…meminta belas kasih

“sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi…aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU”
oleh itu duhai Ilahi…kasihanilah daku hamba-MU ini

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu dirimu tak akan melupai mereka yang tersayang
ayuh ke mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru…kita cari…suatu malam idaman
yang lebih berkat dari seribu bulan

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu engkau bakal bersedia batin dan zahir
mempersiap diri…rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan …lorong-lorong redha Ar-Rahman

duhai Ilahi…
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling bererti…paling berseri…
menerangi kegelapan hati-hati kami
menyuluhi diri ke jalan menuju redha serta
kasihsayang mu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

namun saudara…
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
samada Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali
hanya yang termampu bagi seorang hamba itu
berusaha…bersedia…meminta belas-NYA
andai benar ini Ramadhan terakhir buat kita

Tertolaknya Do’a

Sunday, October 1st, 2006

berdoa.jpgPernahkah kita berdo’a tetapi kita merasakan do’a kita itu tidak didengarkan oleh Allah swt ? Sesungguhnya bukan do’a kita tidak didengar tetapi belum dikabulkan karena pertimbangan Allah dan atau mungkin memang do’a kita itu tidak dikabulkan karena ada sesuatu hal didalam diri kita yang membuat do’a kita tidak di-ijabah. Untuk itu pernahkah kita introspeksi diri mengapa do’a kita tidak dikabulkan Sang Maha Pemurah ? (more…)