Archive for the 'Kuliner' Category

Perkedel Salmon / Sardine

Saturday, May 17th, 2008

Oleh : Ibuke Bogi

 

 

Bahan :

  • Salmon 1 kaleng atau sardine 2 kaleng
  • Telur 1 butir
  • Garam secukupnya
  • Kalo suka pedas tambahkan cabe bubuk atau irisan cabe
  • Minyak goreng

Cara :

Hancurkan salmon atau sardine, campurkan dengan telur, cabe dan garam

Bentuk bulat, masukkan minyak panas, goring setengah basah atau kering sesukanya

Bila suka dapat dibuatkan saus asam manis standar, gulingkan perkedel dalam saus.

Tuna Masak Kecap

Saturday, May 17th, 2008

Oleh : Ibuke Bogi

Bahan :

  • Tuna 1 kaleng
  • Bawang Bombay 1 umbi
  • Wortel 1 buah, iris dadu
  • Daun bawang/leak kalo suka atau tangkai bawang
  • Kecap asin
  • Kecap manis
  • Garam secukupnya
  • Margarine 1 sdm
  • Air secukupnya

Cara :

Tumis bawang Bombay dengan margarine, masukkan wortel tunggu hingga agak layu, masukkan air secukupnya.

Bila wortel telah cukup masak, masukkan tuna dan daun bawang/tangkai bawang.

Tambahkan kecap dan garam hingga rasanya pas.

Steam Ikan

Tuesday, April 1st, 2008

Oleh : Ibuke Bogi

 

Bahan :

- ikan apa saja yg sedang murah (trevally, hiu, bandeng, carp, dll)

- jahe (boleh bubuk, boleh rimpang, boleh mince yg sudah dikemas)

- bawang putih (bboleh mince, boleh umbi)

- garam

- herb (yg penting ada Rosemary leaves, bisa yg dicampur dengan sage, peppermint-kalo suka semriwing-atau yg campur basil)

herb bisa yg masih segar, atau yg sudah kering kemasan

- bisa ditambah daun parsley segar

Cara masak :

  1. alasi kukusan dengan aluminium foil (kalau takut bocor, kasih aluminium foil bentuk piring yg dijual di Coles atau Toko Cina), baru alasi dengan aluminium foil gulung
  2. masukkan ikan yg dibuka/dikerat sisi-sisinya, lumuri dengan campuran bumbu-bumbu di atas (garam, bawang putih, jahe dan herb. Lumuri semua sisi ikan, dalam, bawah, atas.
  3. Kukus selama 15-20 m3nit sesuai besar kecil ikan
  4. Siap dihidangkan saat dingin2 spt autumn or winter
  5. Jika suka pedes, bisa ditambah irisan cabe merah, taburkan di ikan saat dikukus.

NB :

Ikan di atas akan berasa selera Western, kalo suka yg selera kita, ganti herb dengan sereh, daun salam, daun jeruk purut. Bawang dan jahe tetap digunakan juga. Jika suka tambahi juga kemangi (di sini banyaknya daun basil), atau daun pegagan sbg anti penuaan yg segar (dijual di Springvale market). Kalo yg pengin lbh Asian, taburi irisan loncang/daun bawang potong miring kasar.

Met coba….dijamin ketagihan dan badan seger….

BAY LEAF samakah dengan daun salam?

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh : ibuke Bogi

Masakan Indonesia tak bisa lepas dari daun salam sebagai penambah aroma khas. Tum, bumbu urap matang, sayur lodeh, garang asem, gadon, opor, dan bubur beras rasanya tak mantap tanpa daun salam. Di Australia ini daun salam diterjemahkan sebagai bay leaf, namun tidak semua bay leaf ternyata adalah daun salam seperti yang orang Indonesia maksudkan. Bila kita membeli bay leaf, dengan mudah kita bisa membedakan apakah itu daun salam yang kita maksud atau bay leaf yang lain. Namun tak jarang kita kecewa karena penjual tetep ngotot yang dijual bay leaf, namun setelah kita pakai memasak aroma yang kita bayangkan seperti daun salam ternyata tak muncul dan bikin kecewa….

Daun salam adalah Indonesian bay leaf. Nama latinnya Syzygium polyanthum atau Eugenia polyantha. Bentuk daunnya sangat khas, dengan bau mirip jambu karena memang tergolong keluarga jambu-jambuan (Myrtaceae). Sementara bay leaf dalam dunia kuliner Barat adalah daun Laurus nobilis yang hanya akan memberikan bau yang kuat setelah daun dikeringkan. Tanaman ini berbeda keluarga dengan daun salam. Laurus nobilis adalah keluarga Lauraceae, daunnya lancet lebih kecil dibanding daun salam. Struktur daun lebih kuat sehingga setelah dikeringkan tidak mudah koyak, tidak seperti daun salam yang mudah koyak dan berubah warna coklat tua bila terlalu lama dikeringkan. Bay leaf Laurus ini asalnya dari mediteran, dan banyak mempengaruhi gaya kuliner dunia barat. Setelah dikeringkan (walau agak lama) warna daun tetap coklat cerah dan muda. Bay leaf inilah yang mendominasi dan dipasarkan di Australia karena memang sangat mudah tumbuh di sini. Aroma yang dihasilkan bay leaf ini tidak sekuat dan segurih daun salam.

Daun Salam

Daun Salam

Bay Leaf Laurus

Bay Leaf Laurus

 

 

Masih ada bay leaf lain yang dipasarkan di banyak Negara, yakni Indian bay leaf yang nama Latinnya Cinnamomum tejpata. Tanaman ini keluarga Lauraceae. Aroma yang dihasilkan mirip daun kayu manis. Karena memang satu keluarga dengan kayu manis/cinnamom, maka bentuk daun adalah type daun kayu manis dengan tulang daun bukan menyirip, tapi sejajar.

 

 

Indian bay leaf

Di Indonesia terutama masakan dari Aceh yang terpengaruh budaya India, mengenal daun salam lainnya yang dikenal dengan nama Salam koja. Baunya sangat khas, bentuk daunnya seperti daun kedondong atau daun mimba (neem leaf). Salam koja ini sesungguhnya adalah Muraya koenigii tanaman keluarga Rutacea (jeruk-jerukan, seperti kemuning). Di sini daun salam koja dapat tumbuh subur dan juga dijual baik segar maupun kering popular dengan nama Curry leaf karena memang menjadi bumbu wajib masakan kari dan masakan India lainnya.

Curry leaf

 

 

Jika terpaksanya tidak ada daun salam, maka bolehlah bay leaf Laurus menjadi penggantinya daripada sama sekali tidak ada penambah aroma untuk sayur lodeh, bubur, tum, dll. Namun jangan salah, daun salam tidak bisa digantikan dengan salam koja atau Curry leaf untuk masakan non kari jika tidak ingin aromanya rusak.

Fitofarmaka

Daun salam Indonesia terkenal sebagai obat penurun kadar gula darah dan tekanan darah, namun bay leaf Laurus lebih sebagai anti radang. Curry leaf dikenal sebagai antiinfeksi.

Met masak-masak….

 

Makan Kesemek (Persimmon), siapa takut ???

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh : ibuke Bogi

 

 

Kesemek atau Persimmon (Dyospyros) sudah dikenal lama di seluruh Asia termasuk Indonesia. Buah berwarna hijau kekuningan seperti berbedak makin jarang dijual di pasar tradisional di Indonesia. Penampilan yang dinilai kurang menarik, mengurangi minat masyarakat untuk mengkonsumsi kesemek. Namun, di musim gugur di Negara beriklim 4 musim seperti Australia ini, kesemek yang popular dengan nama persimmon ini menghiasi pasar dan took buah, dengan warna kuning oranye ranum menggoda selera.

Buah yang nama Latinnya Dyospyros yang berarti buah para Dewa ini sungguh sesuai dengan namanya. Kesemek berbuah saat musim gugur tiba, dengan berbagai varietas yang dikembangkan maka buah ini menjadi andalan bisnis ekspor dan impor buah di Negara Australia, jepang, Korea, Cina bahkan Amerika. Perdagangan persimmon ini bahkan telah terekam dalam perjalanan Maro Polo di abad 14 di Cina.

Buah asli Jepang, Cina dan Birma ini memiliki 2 macam jenis besar, yakni yang sepet (seperti salak) dan yang manis. Yang dikembangkan di banyak Negara adalah jenis yang manis, bervariasi seperti Dyospyros Fuju dan Hichiya yang asalnya dari Jepang dengan bentuk agak lonjong dan D.kaki yang bentuknya bulat. Keduanya sama-sama memberikan rasa manis, tidak sepet walau belum begitu matang. Warna buah ini kuning oranye. Buah ini bisa langsung dimakan tanpa dikupas, baik yang masih agak keras maupun yang sudah agak lembek. Buah persimmon mulai dikembangkan di Australia sejak tahun 1982, mulailah saat itu persimmon mewarnai autumn di Australia. Persimmon Australia ternyata menjadi andalan ekspor ke Malaysia, Singapura, Thailand. Jepang dan Hongkong. Salah satu daerah penghasil persimmon di Australia adalah di daerah-daerah sebelah utara Brisbane.

Nutrisi

Sesuai dengan warna buah ini, maka ditemukan kandungan vitamin A, beta karoten di dalamnya. Juga kandungan kalium sangat tinggi serta kadar serat yang 2 kali lipat lebih tinggi dibanding apel, memberi nilai tambah untuk mengkonsumsi buah ini. Dalam buah ini ditemukan adanya senyawa anti kanker yakni asam betulinat, katekin dan epigalokatekin (seperti dalam teh). Namun ditemukan juga senyawa shibuol (pada buah mentah) yang jika dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan diare.

Jadi jangan lupa belanja persimmons saat autumn, karena harga sedang murah dan menyehatkan. Bahkan buah yang masak dan lunak dengan rasa manis yang menggiurkan malah dijual dengan harga paling murah, karena tampaknya masyarakat di sini lebih menyukai persimmon yang masih agak keras, dijual lebih mahal.

Penelitian di Korea menyatakan bahwa konsumsi persimmon menurunkan resiko ateroskerosis (penyebab penyakit jantung koroner). Di salah satu desa yang dikenal sebagai asal mula buah persimmons di jepang yakni di Okayama, banyak ditemukan para lanjut usia mencapai umur 100an tahun, yang salah satunya disebabkan konsumsi persimmon yang banyak mengandung senyawa antioksidan beta karoten ini.

Resep persimmon

Buah persimmon bisa dikonsumsi seperti apel dan stone fruit (nectarine, peach, plum, apricot), dibawa sebagai bekal makan siang atau jalan-jalan. Namun bisa juga dibuat manisan bagi yang tidak menghindari gula, atau ditambahkan dalam adonan roti (kue bolu, pancake). Juga tidak kalah menarik bikin rujak /lotis dengan buah persimmon, tomat, dan pear (rujak Australia nih ye).

Met nyoba…..

 

Masakan ala Palembang

Friday, March 2nd, 2007

EMPEK-EMPEK alias “PEMPEK”

oleh Sevtie Marthalena

Ada berbagai jenis makanan khas kota Palembang seperti Pempek, Tekwan, Burgo, Lakso, Laksan, Celimpungan, dan masih banyak lagi. Diantara penganan tersebut yang banyak dikenal orang adalah Empek-Empek. Menurut cerita guyonan dari mulut ke mulut, Empek-Empek ini berasal dari kata “Pek-Pek” (“Pek” atau “Apek”) yang digunakan ketika seorang Melayu memanggil seorang bersuku bangsa Tionghoa di Palembang jaman dulu. Karena kononnya orang-orang Cina inilah yang membuat pempek pertama kali dan menjajakannya di perahu-perahu atau rakit pada pasar terapung di pinggiran sungai Musi.

(more…)

Tahu Telupat/Kupat Magelang

Saturday, November 11th, 2006

Bahan :
Kuah : air, bawang putih tumbuk kasar/dikepra, garam, kecap manis, gula merah/aren, daun jeruk purut, sedikit mrica (bagi yg suka), kacang (goreng, tumbuk kasar)

Isian : taoge, kol, tahu putih, bakwan (boleh ditambah tempe goreng)
Taburan : seledri dan bawang goreng,kerupuk
Pelengkap : bawang, cabe rawit
Cara membuat :

  • Rebus air, masukkan bawang putih, kecap, gula merah, mrica, kacang. Kalau sudah siap dihidangkan masukkan irisan daun jeruk purutnya.
  • Taoge disiram air panas, kol diiris halus, tahu putih diiris dan digoreng, bakwan diiris kasar. (Di piring lakukan penumbukan bawang putih dan cabe rawit, tuangi kuahnya, masukkan isian.
  • Siap disantap hangat2 (kuahnya). Taburi seledri, bawang goreng dan kerupuk.

Smg suka, murah meriah, bergizi….
Kiriman: Mbak Ika

Jangan sepelekan Tomat!

Sunday, October 1st, 2006

Oleh: Ibuke Bogi

Antioksidan banyak terdapat dalam buah, sayur dan tanaman (herb medicine). Salah satunya di tomat. Tomat selama ini hanya dikenal mengandung vitamin A khususnya dl bentuk beta karoten. Sesungguhnya ada senyawa antioksidan lain yg lebih kuat aktivitasnya dalam tomat, dikenal dg nama lycopene (Tomat = Lycopersicon esculentum).

Antioksidan ini dikenal mampu menurunkan resiko (more…)

Ayam Taliwang

Sunday, October 1st, 2006

Bahan:

  • 1 ekor ayam buras
  • 100 ml minyak sayur
  • 1 buah jeruk limau, ambil airnya

Bumbu, haluskan:

    • 14 buah cabai merah kering
    • 12 butir bawang merah
    • 8 siung bawang putih
    • 100 g tomat merah
    • 2 sdt terasi goreng
    • 5 cm kencur
    • 25 g gula Jawa
    • 2 sdt garam

      Cara membuat:

      Belah ayam dari bagian tengah dadanya hingga ke arah leher. Balikkan ayam dan tekan hingga terbuka.
      Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga wangi dan matang. Angkat.
      Perciki air jeruk limau, aduk rata.
      Lumuri ayam dengan bumbu hingga rata.
      Taruh di atas loyang datar, panggang dalam oven panas 180 C selama 1 jam hingga matang. Balik-balik dan olesi bumbu sekali-sekali. Angkat.
      Panggang ayam di atas bara api arang hingga agak kering.
      Angkat. Sajikan hangat dengan sisa bumbunya.
      Untuk 6 orang

      Hidangan buka puasa

      Sunday, October 1st, 2006

      Buka puasa sebaiknya diawali dg yg manis-manis.
      Sekedar untuk dicoba,

      • Kolak modifikasi.

      (more…)