Archive for the 'Info Sehat' Category

Benarkah Coklat memicu Migren?

Tuesday, July 1st, 2008

by: bu Ika

 

Migren adalah sakit kepala yang sering terjadi berulang. Lima puluh persen penderita migren mengalami episode berulangnya migren sekali setiap bulan. Migren dikaitkan dengan beberapa bahan makanan yang diyakini sebagai pemicu, salah satunya coklat. Menurut International Headache Society (HIS) migren yang disebabkan oleh makanan disebut sebagai dietary migraine, haruslah memenuhi beberapa criteria jika benar-benar disebabkan oleh bahan makanan. Berikut criteria untuk menilai dietary migraine :

  • migren terjadi pada waktu yang tertentu setelah konsumsi bahan bersangkutan
  • dapat dipastikan dosis minimum bahan makanan yang menyebabkan migren muncul
  • migren terjadi paling sedikit pada 50% masuknya bahan makanan
  • saat bahan makanan tidak dikonsumsi, bisa dipastikan migren akan hilang

 
Dietary migraine muncul sejak tahun 1712 saat seorang dokter John Fothergill mendiagnosis dirinya sendiri mengalami serangan migren saat mengkonsumsi coklat. Sejak saat itu seakan melekat bahwa coklat adalah biang kerok pemicu migren.Pada tahun 1925 Curtis-Brown mengemukakan teori migren yang disebabkan protein, salah satu bahan yang masuk dalam teorinya adalah coklat.bahkan di tahun 1982 saat diadakan Annual meeting dari American Association for the Study of Headache (AASH) mengagendakan hubungan antara makanan dengan migren. Pertemuan ini menginisiasi dilakukannya penelitian tentang kaitan coklat dengan migren. Blau dan Diamond melakukan penelitian di UK, sementara ilmuwan lainnya seperti Marcus, Moffet dan Gib melakukannya secara terpisah di Amerika.

 

Senyawa yang diduga memicu migren

Secara umum dinyatakan bahwa senyawa amin yang aktif bekerja pada pembuluh darah seperti serotonin (5HT) dan norepinefrin (NE) yang terkandung dalam beberapa bahan makanan dipercaya menginduksi munculnya sakit kepala termasuk migren. Senyawa-senyawa ini diduga baik secara langsung maupun tidak langsung memicu sakit kepala. secara langsung, senyawa amin mampu mengubah pembuluh darah, dan secara tidak langsung memicu pelepasan epinefrin (EP) yang mampu mengubah pembuluh darah. Selain itu banyak senyawa amin baru ditemukan yang diyakini terkait migren yakni tyramin (TYR), histamine (His) dan beta-feniletilamin (PEA). PEA dimetabolisme oleh enzim monoamine oksidase (MAO), diduga adanya defisiensi dari MAO akan memicu migren.Diduga coklat memiliki kandungan TYR dan PEA yang tinggi.

 

Hasil penelitian

Baik penelitian di UK maupun Amerika menggunakan sukarelawan baik penderita maupun non penderita migren yang diberi coklat dan placebo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah double blind dimana baik responden maupun peneliti tidak tahu mana yang coklat dan mana yang placebo. Setelah para responden ngemil coklat atau placebo, mereka diharuskan mengisi kuesioner tentang migren didasarkan pada criteria dari IHS. Waktu terjadinya serangan migren dibatasi dalam kurun waktu tidak lebih dari 22 jam. Penelitian yang besar ini menghasilkan kesimpulan bahwa ternyata baik responden yang mengkonsumsi coklat dan placebo sama-sama mengalami serangan migren dengan persentase yang sama sekitar 50%. Lebih jauh, pada coklat dilakukan penelusuran lebih lanjut besarnya kandungan TYR dan PEA. Lebih mengangetkan, dalam coklat tidak ditemukan kadar TYR dan PEA yang tinggi walaupun telah dilakukan penelitian kandungan kedua senyawa ini pada berbagai jenis coklat dan produk olahannya.

 

Penelusuran lebih dalam, menyimpulkan dari para responden yang mengalami migren, factor hormonal dan stress malah menjadi salah satu pemicu migren yang kuat dibandingkan dengan konsumsi coklat. Selain itu data riwayat keluarga ditemukan adanya kaitan genetic dari para orang tua responden. Akhirnya factor hormonal, stress dan genetic menjadi factor resiko munculnya migren. Hingga kini coklat belum terbukti memicu migren.

 

Kesimpulan

Jikalau seorang individu mendapat serangan migren setelah makan coklat, kemungkinan besar ada factor hormonal, stress atau genetic yang jauh lebih memegang andil memicu migren, daripada sekedar factor makan coklat.

INFLUENZA, Common Cold dan Infeksi H.influenzae

Tuesday, July 1st, 2008

By : Bu Ika

 

Di Negara maju sudah dilakukan vaksinasi influenza. Kita bertanya-tanya apakah begitu beratnya influenza di Negara maju sehingga perlu dilakukan imunisasi. Samakah influenza disini dengan apa yang selama ini kita sebut influenza atau flu di Negara kita yang tropis ? Apa lagi ada imunisasi Hib di sini, apa bedanya?


Istilah yang saling mengacaukan
Influenza yang popular dengan nama flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang merupakan RNA virus (influenza virus) yang mampu menyerang infeksi pada hewan mamalia dan juga keluarga burung (jenis A, B dan C, namun A lebih dominant). Nama influenza berasal dari bahasa Latin influential yang berarti pengaruh. Penyakit ini menyerang saluran nafas bagian bawah.

Influenza

Gb. Influenza virus

Sementara apa yg dianggap sebagai flu di Negara tropis adalah common cold atau infeksi akut nasofaring (saluran nafas atas) yang disebabkan virus, tepatnya picornavirus, rhinovirus atau coronavirus. Setidaknya ada 100 jenis virus penyebab common cold ini. Penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya karena virus-virus ini adalah self limiting artinya akan mati dengan sendirinya bila masa inkubasi telah berakhir.

 

RhinoVirus

Gb. Human rhinovirus

 

 

Satu lagi penyakit yang dikacaukan dengan influenza adalah infeksi oleh bakteri Hemophilus influenzae yang menyebabkan tidak saja sinusitis, namun lebih parah menyebabkan peradangan telinga, mata dan paru-paru. Infeksi ini adalah penyebab utama penyakit infeksi saluran nafas bagian bawah. Jenis bakteri antara lain tipe a,b,c,d,e, dan f. namun yang paling umum adalah tipe b.

 

Hemopilus

Gb. Bakteri Hemophilus influenzae

 

Manifestasi klinis infeksi

Gejala

Influenza

Common cold

H.influenzae

batuk

ya

ya

tidak

bersin

ya

ya

ya

Sumbatan hidung

ya

ya

ya

Sakit kepala

ya

ya

ya

Nyeri tenggorokan

ya

ya

tidak

Rasa lemas

ya

ya

tidak

Nyeri di joint tulang

ya

ya

ya

Hidung meler

tidak

ya

tidak

Panas (>38ºC)

ya

Tidak, hanya demam (<38ºC)

ya

Iritasi mata

ya

tidak

ya

Menggigil

ya

tidak

tidak

Nyeri perut

ya

tidak

tidak

Sesak nafas

Ya bila masuk tahap lanjut

tidak

ya

Nyeri telinga

tidak

Hanya berdengung

ya

Penyakit lanjutan

Pneumonia, kematian

-

Sinusitis, otitis, pneumonia, meningitis, kematian

Jadi yang harus dipastikan adalah panas yang dirasakan penderita. Tanpa dilakukan pengukuran dengan thermometer, tidak dapat dipastikan apakah ini common cold saja atau benar-benar influenza atau infeksi bakteri H. influenzae.

Hidung meler jelas mengindikasikan hanya common cold saja. Tetapi jika terjadi sumbatan hidung sangat lama, maka jelas kea rah infeksi H.influenzae.

Menggigil di saat panas mirip malaria mengindikasikan terjadi infeksi influenza yang sesungguhnya.

Terjadinya sesak nafas pada individu yang tidak memiliki riwayat asma, maka akan mengarahkan kepada influenzae atau H.influenzae infeksi.

Pencegahan dan terapi

Karena ketiga jenis infeksi ini disebabkan mikroorganisme yang terdapat di lingkungan, maka cuci tangan dengan sabun adalah upaya memutus rantai penularan selain menutup mulut dan hidung saat bersin karena penularan ketiganya melalui titik-titik udara yang dikeluarkan saat bersin.

Selain itu upaya imunisasi bisa dilakukan untuk pencegahan influenza dan infeksi H.influenzae. Terapi bisa dilakukan simtomatis dan kuratif. Pada common cold upaya dilakukan adalah terapi simtomatis atau mengobati gejala yang dirasakan, karena virus akan mati dengan sendirinya, tidak membutuhkan antivirus. Pada influenza selain terapi simtomatis juga dilakukan terapi kuratif memberantas virus penyebab. Begitu pula pada infeksi H.influenzae terapi simtomatis dan pemberian antibiotic diberikan sebagai upaya kuratif.

Vaksin dan terapi

Upaya

Influenza

Common cold

H.influenzae

Vaksinasi

FluMist, Pandemix, FluZone, Sanofi Pasteur, trivalent vaccine WHO, CSL

Tidak ada vaksin

Hib or PRP vaccine, combination vaccine DTP polio plus Hib.

Program nasional

bukan

-

Ya (bayi umur 2-6 bulan)

Terapi simtomatis

parasetamol

Pseudoefedrin, fenilpropanolamin, parasetamol

Parasetamol, antialergi, antiradang mata atau telinga

Terapi kuratif

Antivirus:Oseltamivir (Tamiflu), zanamir (Relenza), amantadine, rimantadine

Tidak ada

Antibiotik:Cefotaksim, ceftriakson, rifampisin

Pandemik Influenza

Hampir semua kasus terjadinya kejadian luar biasa influenza disebabkan oleh influenza virus jenis A yang memiliki kekhasan hemaglutinin (HA) dan neuroaminidase (NA). Terjadinya pandemic influenza telah dimulai tahun 1889-90 di Rusia. Berikut perjalanan pandemic influenza di seluruh dunia :

Influenza/Flu

Negara

Tahun

H2N2

Rusia

1889-90

H1N1

Spanyol

1918-20

H2N2

Asia

1957-58

H3N2

Hongkong

1968-69

H5N1

Asia, beberapa belahan bumi

2007-08

Pengaruh musim

Influenza merebak saat winter baik di bumi belahan Selatan maupun Utara. Jadi selama 1 tahun ada 2 winter di mana terjadi peningkatan kasus influenza. Di Negara tropis terjadi di musim penghujan. Di Negara dengan suhu udara dingin dan kelembaban udara rendah memudahkan pembiakan virus influenza. Pernah ada seorang ilmuwan Robert Edgar Hope-Simpson yang menduga adanya kaitan terjadinya influenza dengan rendahnya kadar vitamin D. Di Negara 4 musim saat winter pancaran sinar matahari sangat rendah dan orang cenderung tinggal di dalam ruang menghindari hawa dingin, sehingga kadar vitamin D sangat rendah. Sementara di Negara tropis saat musim hujan orang juga malas keluar rumah, sehingga kurang terpapar sinar matahari yang dibutuhkan untuk sintesis vitamin D di bawah kulit.

Hidup berdampingan dengan ROTAVIRUS

Tuesday, July 1st, 2008

By : ibuke Nisa

 

Rotavirus

Winter di negara 4 musim identik dengan kemunculan virus-virus antara lain rotavirus penyebab diare pada balita. Panas, muntah adalah awal terjadinya infeksi rotavirus.

Sebelum tahun 1970an, setiap kasus diare terjadi dokter selalu menganggap penyebabnya adalah bakteri. adanya penemuan antibiotic ternyata tidak mampu menurunkan angka kematian bayi dan balita akibat diare di seluruh dunia masa itu. Mulailah para ilmuwan mencoba menemukan apa sebenarnya mikroorganisme penyebab diare tersebut. sesungguhnya di tahun 1943 Jacob Light dan Horace Hodes secara tak sengaja menemukan suatu material yang tersaring dari feses anak-anak yang terserang diare, yang saat itu juga menyebabkan diare pada ternak. Barulah pada tahun 1973 ilmuwan Australia menemukan mikroorganisme yang kemudian dikenal dengan nama Rotavirus, pada feses anak-anak penderita diare di Australia. Sejak itu, Ruth Bishop bekerja keras memberantas Rotavirus di Australia.

Barulah di tahun 1974 Thomas Henry Flewet mengusulkan nama virus penyebab diare ini : ROTAVIRUS, setelah melihat bentuk virus tsb berupa roda (Rota dalam bahasa Latin berarti roda), dan disetujui oleh komite taksonomi virus pada tahun 1978.Rotavirus serotype baru ditemukan pertama kali pada tahun 1980, setahun kemudian dapat ditumbuhkan rotavirus dari manusia pada media kultur sel, dan urutan RNAnya baru dipublikasikan secara penuh di Nature tahun 1995.


Infeksi Rotavirus di dunia

Pada tahun 2004 WHO melaporkan telah terjadi sebanyak 527.000 kematian balita karena diare rotavirus di seluruh dunia. Rotavirus A merupakan penyebab 90% terjadinya diare pada manusia. Rotavirus juga pernah dilaporkan menyebabkan kematian akibat diare pada hewan ternak seperti kambing, sapi, babi, ayam dan itik bahkan kelinci dan kuda. laporan terbaru menyebutkan setiap tahun di Negara berkembang terjadi 2 juta kasus diare balita karena rotavirus berakhir dengan 611.000 kematian balita. Bahkan di Negara maju seperti Amerika, tiap tahun terjadi setidaknya 2,7 juta diare rotavirus, berakhir dengan 60.000 penderita dirawat di rumah sakit dan 37 balita dilaporkan meninggal karenanya. Pada tahun 1981 terjadi kasus besar/kejadian luar biasa (KLB) diare rotavirus di Colorado akibat tercemarnya air dengan feses yang mengandung rotavirus. Di tahun 2005 terjadi lagi kasus KLB di banyak Negara. Berikut angka kematian akibat diare rotavirus di beberapa Negara di tahun 2006 dan 2007.

Negara

Angka kematian

Tahun pelaporan

Vietnam

1 dari 61 hingga 113 kasus

2006

Bangladesh

1 dari 390 hingga 660 kasus

2007

Venezuela

1 dari 1800 kasus

2007

Uni eropa

1 dari 20.433 kasus

2006

Amerika

1 dari 21.675 kasus

2007

Australia

1 dari 115.000 kasus

200

 

Bahaya Rotavirus
Rotavirus menyerang pemasakan endocytes pada vili usus halus, menyebabkan kerusakan pada vili usus tersebut sehingga menghambat proses pencernaan dan absorpsi sari makanan. Akibat tidak tercernanya dan tidak terserapnya sari makanan dan air oleh usus, maka terjadilah diare sangat encer. Selain itu rotavirus menyebabkan muntah dan panas (diatas 38ºC). Bahaya utama infeksi rotavirus adalah terjadinya dehidrasi dan shok hingga memudahkan terjadinya kematian. Dibanding dengan infeksi bakteri, infeksi rotavirus lebih berbahaya karena selalu dimulai dengan muntah yang memicu dehidrasi awal, diikuti dengan diare sangat encer dan sering memperparah dehidrasi selanjutnya.

Infeksi rotavirus terjadi setidaknya pada 3 bulan pertama usia bayi. di Negara berkembang dimana sanitasi buruk, 2 bulan pertama kehidupan bayi diwarnai dengan diare akibat rotavirus ini. Laporan WHO menyatakan ¾ anak di Negara berkembang pernah mengalami diare rotavirus ini di saat umurnya kurang dari 1 tahun. Sedangkan di Negara maju, biasanya rotavirus menyerang pada anak usia 2-5 tahun.

Waktu terjadinya

Winter adalah masa terbaik inkubasi rotavirus. Kasus infeksi rotavirus di Negara dengan 4 musim terjadi selama winter. Biasanya menyerang anak di childcare, anak usia sekolah dan para lansia di aged care. Di Negara tropis, sepanjang tahun dapat terjadi infeksi rotavirus ini.

Cara penularan

Penularan rotavirus yang utama melalui feses penderita yang masuk secara oral. Tangan yang terkontaminasi setelah BAB adalah sumber penularan utama. Selain itu muntahan penderita juga menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga atau teman-teman childcare/sekolah. Juga bahan atau alat yang tercemar muntahan penderita perlu dicermati sebagai sumber penularan, maka harus dicuci bersih.

Obat

Tidak ada obat bagi diare rotavirus. Diare karena bakteri dapat diobati dengan antibiotic (contoh diare amuba dengan metronidazol, diare karena shigella diobati dengan cotrimoksasol, diare karena kolera diobati dengan tetrasiklin atau doksisiklin), sedangkan diare karena rotavirus tidak ada obat antivirus yang mampu mengobatinya. Oleh karena itu hal terpenting adalah melakukan pencegahan dengan imunisasi rotavirus pada anak berumur 2 hingga 6 bulan. Bila terlanjur terjadi diare rotavirus maka tindakan utama mencegah kematian adalah dengan memberikan upaya rehidrasi/penggantian cairan tubuh dan elektrolit baik secara oral maupun intravena. Kalau bayi masih minum ASI makan jangan hentikan pemberian ASI. oralit baik buatan pabrik maupun bikinan sendiri (larutan gula garam) merupakan cara ampuh menangkal kematian akibat diare rotavirus.

 

Vaksin rotavirus
Sejak tahun 1990an marak upaya pembuatan vaksin rotavirus. Salah satunya adalah RotaShield yang pernah diluncurkan di Amerika pada tahu 1990an. Namun di tahun 1999 vaksin tersebut ditarik dari pasar oleh FDA karena terbukti menimbulkan efek samping bowel sindrom berbahaya. Barulah di tahun 2004 diluncurkan human monovalen dan pentavalen vaksin rotavirus di Negara Amerika Latin, Uni Eropa, Amerika dan Australia yakni RotaRix (GlaxoSmithKline) dan RotaTeq (Merck). Namun WHO merasa belum merekomendasikan imunisasi ini di Negara berkembang mengingat akan tidak berhasil hanya mengandalkan imunisasi rotavirus sementara sanitasi sebagai sumber penularan utama diare rotavirus masih buruk.

Keamanan dan efikasi kedua macam vaksin yang diberikan secara oral tsb telah terbukti berkisar 74-85% berdasarkan clinical trial di negara Amerika Latin, Uni Eropa dan Amerika. Baik RotaRix maupun RotaTeq tidak mengandung bahan pengawet thimerosal yang diduga menjadi penyebab autisme pada balita.

Sejak Juli 2007 imunisasi rotavirus wajib diberikan pada bayi hingga umur 6 bulan bagi semua bayi yang lahir setelah Mei 2007 di seluruh Negara bagian di Australia.

Kabar terbaru yang membahagiakan dating dari Prof Ruth Bishop (Royal Children Hospital, Melbourne) yang bekerjasama dengan peneliti dari UGM yakni Prof Yati Soenarto yang pernah melakukan penelitian diare rotavirus di Yogyakarta, mulai tahun lalu menjajaki pembuatan vaksin rotavirus baru dengan PT Indofarma yang rencananya akan dipasarkan di Indonesia dan Negara Asia lainnya pada tahun 2011

 

Vitamin D dan Winter

Saturday, May 17th, 2008

 Oleh : Bu Ika

Sejak sebulan ini, saat autumn akhir dapat kita ketahui adanya penurunan UV index di Victoria. Dari saat akhir summer hingga awal autumn, UV indek masih berkisar 3-5 (summer = 6-7 hingga lebih), namun sekarang ini hanya berkisar 2. artinya dengan uv indek yang sangat rendah akan juga berdampak pada kesehatan khususnya di Negara-negara belahan Selatan seperti Australia ini. Memang sungguh serba sulit keadaan di Negara-negara di Southern hemisphere ini, saat summer Uv indek sangat tinggi hingga menimbulkan tingginya resiko kanker kulit. Namun saat musim beralih di mana lama pancaran sinar matahari hanya berkisar 8-10 jam saja, maka rendahnya UV indek juga berdampak pada masalah kesehatan.

                                         

UV indek yang rendah menurunkan biosintesis provitamin D menjadi vitamin D yang aktif untuk berbagai proses dalam tubuh. Karena adanya sinar UV mutlak diperlukan bagi biosisntesis vitamin ini. Begitu tubuh membuat vitamin D atau adanya masukan /asupan vitamin D dari makanan, maka hati dan ginjal akan mengubah vitamin D menjadi 1,25-dihidroksi-vit D yang merupakan bentuk aktif dari vitamin D. Proses perubahan tsb membutuhkan UV yang akan melakukan photohydrolized dari provitamin D (7-dehidrokolesterol yang tersimpan di bawah epidermis kulit).

 

Bentuk aktif dari vitamin D akan beredar bersama aliran darah ke seluruh tubuh, memasuki reseptor khusus vitamin D (VDR) yang terdapat di otak, jantung, kulit, organ reproduksi, payudara dan prostate. Vitamin D aktif ini berperan dalam pemeliharaan kadar fosfor dan calcium dalam darah dan juga tulang. Selain itu berperan dalam mekanisme kerja hormone paratiroid dan proses imunitas dalam sel darah putih/lekosit, sel B dan T.

 

Negara-negara yang sempat mengalami penurunan uv mengalami peningkatan resiko terjadinya penyakit rakhitis akibat defisiensi vit D dan osteoporosis. Adanya kampanye pemakaian sun block dalam rangka penurunan resiko kanker kulit, juga turut memperparah kondisi kekurangan vit D ini. Karena sun block menghambat masuknya UV ke kulit dan akhirnya mengganggu biosintesis vit D dalam tubuh. Oleh karena itu memasuki musim gugur, pemakain sun block dihindarkan toh uv indeks juga sangat rendah saat autumn hingga winter.

 

Selain mengandalkan masuknya uv walau hanya rendah saja, Negara-negara belahan selatan mengkampanyekan peningkatan asupan vit D dari makanan. Banyak produk makanan diperkaya dengan vit D (fortified) seperti dalam susu, yogurt, cereal, margarine, spread, grain. Selain itu diseyogyakan mengkonsumsi sumber-sumber vit D alami dari berbagai ikan (salmon, sardine, makarel, tuna, eel), jamur, telur bahkan minyak ikan Cod (dalam bentuk kapsul). Dengan meningkatnya asupan vitamin D ini diharapkan akan mengurangi osteoporosis/memperlambat prosesnya dan menjaga imunitas tubuh.

 

Tips winter :

  • makan banyak sumber vit D
  • tdk perlu memakai sunblock sepanjang hari
  • karena kelembaban rendah, tetap memakai pelembab baik siang maupun malam untuk kulit
  • jangan lupa selalu memakai lip gloss tanpa sunblock sepanjang hari, bisa dilakukan berkali-kali selagi terasa kering.

BAY LEAF samakah dengan daun salam?

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh : ibuke Bogi

Masakan Indonesia tak bisa lepas dari daun salam sebagai penambah aroma khas. Tum, bumbu urap matang, sayur lodeh, garang asem, gadon, opor, dan bubur beras rasanya tak mantap tanpa daun salam. Di Australia ini daun salam diterjemahkan sebagai bay leaf, namun tidak semua bay leaf ternyata adalah daun salam seperti yang orang Indonesia maksudkan. Bila kita membeli bay leaf, dengan mudah kita bisa membedakan apakah itu daun salam yang kita maksud atau bay leaf yang lain. Namun tak jarang kita kecewa karena penjual tetep ngotot yang dijual bay leaf, namun setelah kita pakai memasak aroma yang kita bayangkan seperti daun salam ternyata tak muncul dan bikin kecewa….

Daun salam adalah Indonesian bay leaf. Nama latinnya Syzygium polyanthum atau Eugenia polyantha. Bentuk daunnya sangat khas, dengan bau mirip jambu karena memang tergolong keluarga jambu-jambuan (Myrtaceae). Sementara bay leaf dalam dunia kuliner Barat adalah daun Laurus nobilis yang hanya akan memberikan bau yang kuat setelah daun dikeringkan. Tanaman ini berbeda keluarga dengan daun salam. Laurus nobilis adalah keluarga Lauraceae, daunnya lancet lebih kecil dibanding daun salam. Struktur daun lebih kuat sehingga setelah dikeringkan tidak mudah koyak, tidak seperti daun salam yang mudah koyak dan berubah warna coklat tua bila terlalu lama dikeringkan. Bay leaf Laurus ini asalnya dari mediteran, dan banyak mempengaruhi gaya kuliner dunia barat. Setelah dikeringkan (walau agak lama) warna daun tetap coklat cerah dan muda. Bay leaf inilah yang mendominasi dan dipasarkan di Australia karena memang sangat mudah tumbuh di sini. Aroma yang dihasilkan bay leaf ini tidak sekuat dan segurih daun salam.

Daun Salam

Daun Salam

Bay Leaf Laurus

Bay Leaf Laurus

 

 

Masih ada bay leaf lain yang dipasarkan di banyak Negara, yakni Indian bay leaf yang nama Latinnya Cinnamomum tejpata. Tanaman ini keluarga Lauraceae. Aroma yang dihasilkan mirip daun kayu manis. Karena memang satu keluarga dengan kayu manis/cinnamom, maka bentuk daun adalah type daun kayu manis dengan tulang daun bukan menyirip, tapi sejajar.

 

 

Indian bay leaf

Di Indonesia terutama masakan dari Aceh yang terpengaruh budaya India, mengenal daun salam lainnya yang dikenal dengan nama Salam koja. Baunya sangat khas, bentuk daunnya seperti daun kedondong atau daun mimba (neem leaf). Salam koja ini sesungguhnya adalah Muraya koenigii tanaman keluarga Rutacea (jeruk-jerukan, seperti kemuning). Di sini daun salam koja dapat tumbuh subur dan juga dijual baik segar maupun kering popular dengan nama Curry leaf karena memang menjadi bumbu wajib masakan kari dan masakan India lainnya.

Curry leaf

 

 

Jika terpaksanya tidak ada daun salam, maka bolehlah bay leaf Laurus menjadi penggantinya daripada sama sekali tidak ada penambah aroma untuk sayur lodeh, bubur, tum, dll. Namun jangan salah, daun salam tidak bisa digantikan dengan salam koja atau Curry leaf untuk masakan non kari jika tidak ingin aromanya rusak.

Fitofarmaka

Daun salam Indonesia terkenal sebagai obat penurun kadar gula darah dan tekanan darah, namun bay leaf Laurus lebih sebagai anti radang. Curry leaf dikenal sebagai antiinfeksi.

Met masak-masak….

 

Makan Kesemek (Persimmon), siapa takut ???

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh : ibuke Bogi

 

 

Kesemek atau Persimmon (Dyospyros) sudah dikenal lama di seluruh Asia termasuk Indonesia. Buah berwarna hijau kekuningan seperti berbedak makin jarang dijual di pasar tradisional di Indonesia. Penampilan yang dinilai kurang menarik, mengurangi minat masyarakat untuk mengkonsumsi kesemek. Namun, di musim gugur di Negara beriklim 4 musim seperti Australia ini, kesemek yang popular dengan nama persimmon ini menghiasi pasar dan took buah, dengan warna kuning oranye ranum menggoda selera.

Buah yang nama Latinnya Dyospyros yang berarti buah para Dewa ini sungguh sesuai dengan namanya. Kesemek berbuah saat musim gugur tiba, dengan berbagai varietas yang dikembangkan maka buah ini menjadi andalan bisnis ekspor dan impor buah di Negara Australia, jepang, Korea, Cina bahkan Amerika. Perdagangan persimmon ini bahkan telah terekam dalam perjalanan Maro Polo di abad 14 di Cina.

Buah asli Jepang, Cina dan Birma ini memiliki 2 macam jenis besar, yakni yang sepet (seperti salak) dan yang manis. Yang dikembangkan di banyak Negara adalah jenis yang manis, bervariasi seperti Dyospyros Fuju dan Hichiya yang asalnya dari Jepang dengan bentuk agak lonjong dan D.kaki yang bentuknya bulat. Keduanya sama-sama memberikan rasa manis, tidak sepet walau belum begitu matang. Warna buah ini kuning oranye. Buah ini bisa langsung dimakan tanpa dikupas, baik yang masih agak keras maupun yang sudah agak lembek. Buah persimmon mulai dikembangkan di Australia sejak tahun 1982, mulailah saat itu persimmon mewarnai autumn di Australia. Persimmon Australia ternyata menjadi andalan ekspor ke Malaysia, Singapura, Thailand. Jepang dan Hongkong. Salah satu daerah penghasil persimmon di Australia adalah di daerah-daerah sebelah utara Brisbane.

Nutrisi

Sesuai dengan warna buah ini, maka ditemukan kandungan vitamin A, beta karoten di dalamnya. Juga kandungan kalium sangat tinggi serta kadar serat yang 2 kali lipat lebih tinggi dibanding apel, memberi nilai tambah untuk mengkonsumsi buah ini. Dalam buah ini ditemukan adanya senyawa anti kanker yakni asam betulinat, katekin dan epigalokatekin (seperti dalam teh). Namun ditemukan juga senyawa shibuol (pada buah mentah) yang jika dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan diare.

Jadi jangan lupa belanja persimmons saat autumn, karena harga sedang murah dan menyehatkan. Bahkan buah yang masak dan lunak dengan rasa manis yang menggiurkan malah dijual dengan harga paling murah, karena tampaknya masyarakat di sini lebih menyukai persimmon yang masih agak keras, dijual lebih mahal.

Penelitian di Korea menyatakan bahwa konsumsi persimmon menurunkan resiko ateroskerosis (penyebab penyakit jantung koroner). Di salah satu desa yang dikenal sebagai asal mula buah persimmons di jepang yakni di Okayama, banyak ditemukan para lanjut usia mencapai umur 100an tahun, yang salah satunya disebabkan konsumsi persimmon yang banyak mengandung senyawa antioksidan beta karoten ini.

Resep persimmon

Buah persimmon bisa dikonsumsi seperti apel dan stone fruit (nectarine, peach, plum, apricot), dibawa sebagai bekal makan siang atau jalan-jalan. Namun bisa juga dibuat manisan bagi yang tidak menghindari gula, atau ditambahkan dalam adonan roti (kue bolu, pancake). Juga tidak kalah menarik bikin rujak /lotis dengan buah persimmon, tomat, dan pear (rujak Australia nih ye).

Met nyoba…..

 

Kadaluwarsa Pangan dan Obat

Tuesday, February 26th, 2008

Oleh : Ibuke Bogi

 

Setiap hari masyarakat moderen dihadapkan pada produk obat dan pangan yang mencantumkan : kadaluwarsa/expired date, atau term lain yang dimaksudkan menjaga keamanan dan kualitas obat dan pangan seperti : self life, use by, best before, display until, dll.

Banyak individu yang sangat perhatian dengan istila-istilah ini saat membeli obat maupun pangan, namun tak jarang ditemukan masyarakat yang terkesan cuek, tidak peduli dengan kode keamanan dan jaminan kualitas tersebut saat mengkonsumsi pangan (sedikit ditemukan ketidak pedulian ini dalam konsumsi obat).

 

SELF LIFE

Self life atau masa berlaku biasanya dicantumkan pada pangan. Self life adalah waktu dimana bahan pangan masih layak dikonsumsi oleh konsumen. Yang ditekankan dalam self life ini adalah kualitas bahan pangan, bukan keamanannya . Kualitas bahan pangan meliputi tekstur, rasa, bau, bentuk, ukuran. Panjang pendeknya self life suatu bahan pangan sangat dipengaruhi oleh panas/temperature, adanya gas, adanya air (pengaruh kelembaban udara/humidity). Sumber penganggu self life ini berasal dari cara produksi bahan, packaging serta cara penyimpanan produk jadi.

Adanya suhu tinggi akan mempercepat berkurangnya self life, karena pada proses kimiawi (bahan pangan pasti memiliki senyawa kimiawi seperti makronutrien, mikronutrien, bahan lain) adanya peningkatan suhu akan meningkatkan energi yang menyebabkan percepatan reaksi kimia perubahan bahan. Pada bahan pangan dan obat yang dipasarkan di Negara dengan temperature sub tropis akan sangat berbeda self life nya bila dibandingkan dengan di Negara tropis.

Berikut perbandingan self life yang dikeluarkan oleh World Food Programme (WFP)

Bahan

Self life di sub tropis

Self life di tropis

Nasi

2-3 tahun

Kurang dari 1 tahun

Kacang

2 tahun

1 tahun

Wheat

2-3 tahun

Kurang dari 2 tahun

Gandum

6-12 bulan

6-8 bulan

Mie instant

2 tahun

1 tahun

Minyak

Lebih dari 1 tahun

1 tahun

Biskuit

18 bulan

6-12 bulan

Ikan dalam kaleng

2 tahun

1 tahun

Teh

2 tahun

1 tahun

Gas dan air sangat mempengaruhi kualitas makronutrien bahan karena terjadinya proses oksidasi maupun konraminasi tumbuhnya mikroorganisme (jamur dan bakteri). Adanya oksigen dan lemak dalam bahan pangan akan menimbulkan proses oksidasi lemak menjadi rancid/tengik. Sedangkan adanya air dan lemak begitu pun akan menyebabkan ketengikan melalui proses hidrolisis lemak. Dalam produksi telah dilakukan upaya memperpanjang self life untuk menghindari rancidity/ketengikan dengan menambahkan antioksidan dan bahan pengawet. Keduanya akan menurunkan self life bahan pangan. Adanya bakteri aerob sejumlah tertentu (coliform 100 CFU/gram,mesofil bakteri 100.000 CFU/gram) masih bisa ditolerir, namun bila ditemukan adanya kenaikan bakteri tersebut self life bahan pangan akan sangat berkurang. Kontaminasi mikroorganisme dihindari dengan merancang kemasan yang sesuai untuk bahan pangan missal dengan kemasan yang divakum udaranya atau yang dikemas dengan bahan pendingin, didistribusikan dalam keadaan dingin, dll.

Dengan kata lain, adanya pengganggu-pengganggu (suhu, cahaya, air) selama proses pembuatan, packaging dan penyimpanan akan menurunkan self life bahan pangan. Oleh karena itu tidak heran bila suatu produk pangan yang diperkirakan akan memiliki self life 12 bulan tetapi karena kesalahan penyimpanan (bisa terjadi baik di industri, di took/outlet maupun di rumah konsumen), maka self life bahan akan berkurang dari 1 tahun. Dapat pula terjadi selama penyimpanan yang dianggap sudah pas, ada sedikit lubang terbuka pada kemasan sehingga memungkinkan masuknya air, udara atau cahaya. Sangat penting untuk selalu memperhatikan kualitas pangan selama dalam penyimpanan seperti yang paling mudah dilakukan adalah jangan pernah mengkonsumsi bahan pangan yang telah berubah warna, rasa, bentuk menjadi lembek, apalagi tumbuh jamur walaupun kemasan belum di buka. Karena berarti kualitas bahan sudah berubah (makro dan mikronutriennya).

Self life ditandai dengan istilah : BEST BEFORE

 

EXPIRED DATE

Jika self life menekankan segi kualitas bahan pangan, maka expired date (ED) menekankan keamanan bahan pangan dan obat. Pada obat secara jelas ditandai dengan tulisan expired date atau ED, atau expired, sedangkan pada pangan dengan USE BY.

Bahan pangan yang dikonsumsi setelah tanggal best beforenya masih mungkin aman, hanya saja kualitasnya telah berubah. Namun bila bahan pangan dikonsumsi setelah melampaui tanggal use by, maka jaminan keamanan bahan pangan telah hilang. Dalam regulasi bahan pangan tidak seketat obat, sehingga masih sering ditemukan barang-barang melebihi tanggal use by diperjual belikan secara terbuka karena biasanya ketidakamanan bahan pangan akan muncul tidak serta merta seperti pada obat, kecuali jika ada kontaminasi mukroorganisme seperti E.coli dan salmonella.

Keamanan bahan pangan dinilai dari parameter ada tidaknya :

  • mikotoksin (toksin berasal dari jamur seperti aflatoksin),dan sianogen/sianida
  • agen penyebab mad cow disease (BSE)
  • bahan polutan organic persisten seperti PCB dan dioksin
  • bahan anorganik berbahaya seperti cadmium, timbal dan merkuri
  • cemaran mikroorganisme E coli dan salmonella.

Bila bahan pangan dikonsumsi sebelum tanggal kadaluwarsanya, dijamin bahan tersebut tidak mengandung bahan-bahan berbahaya di atas.

 

ED PADA OBAT

Waktu kadaluwarsa obat mengindikasikan bahwa obat telah berkurang 10% aktivitasnya. Jadi bukan berarti bila obat telah masuk waktu kadaluwarsanya berarti obat sama sekali telah tidak punya aktivitas atau kemampuan farmakologi. Study untuk menentukan waktu kadaluwarsa obat dilakukan dengan sangat teliti yakni dengan menentukan kadar obat pada keadaan peningkatan temperature terkontrol tiap 10 derajat hingga kadar obat mendekati habis. Pada saat aktivitas/kadar obat telah berkurang 10% itulah ditentukan sebagai t90 yang secara awam diterjemahkan sebagai waktu kadaluwarsa obat.

Pada obat-obat non life saving seperti painkiller, antihistamin, vitamin, antibiotic dengan indeks terapi lebar, obat anti arthritis, dll, obat yang masih sangat dekat dengan waktu kadaluwarsanya masih layak dikonsumsi, asalkan tidak terjadi perubahan konsistensi, bentuk, warna, dan bau obat. Pada obat yang belum melampaui waktu kadaluwarsa yang tercantum dalam kemasan obat, bila ditemukan adanya perubahan bentuk, warna, bahkan bau obat, diharuskan untuk tidak mengkonsumi obat tersebut karena telah terjadi degradasi secara kimiawi obat yang nota bene berasal dari senyawa-senyawa kimia, yang akan menurunkan potensi obat secara bermakna bahkan bisa jadi terjadi kefatalan karena obat telah berubah menjadi toksik. Contoh paling sering terjadi adalah aspirin (aspilet, aspro, dll) yang telah berubah benyek, atau keluar kristal jarum di permukaan obat, walaupun obat masih belum ED, maka tidak boleh dikonsumsi karena kristal jarum asetosal ini akan mengiritasi lambung dengan sangat kuat (berubah bentuk terhidrolisis dari asetosal menjadi asam salilisat yang toksik). Begitu pula antibiotic amoksisilin yang selama penyimpanan berubah benyek karena tidak kuatnya sealed penahan kelembaban, seharusnya tidak dikonsumsi atau diberikan kepada pasien, karena selama penyimpanan telah terjadi masuknya air yang akan menyebabkan cemaran jamur tumbuh subur (antibiotic ini bukan anti jamur), walaupun bila diamati masih jauh dari ED yang tertera di botol obat.

ED obat harus ditaati secara disiplin pada obat-obat yang memiliki indeks terapi sempit seperti teofilin, aminofilin, kinidin, walfarin, digoksin, dll yang merupakan life saving drugs. Pada obat-obat ini, walaupun ED berarti hanya berkurangnya aktivitas/potensi obat sebesar 10%, namun karena obat golongan ini sangat diperlukan untuk pengobatan segera/emergency, dan penurunan 10% sangat bermakna menurunkan potensinya menjadi sama sekali tidak punya manfaat farmakologi, maka sangat tidak benar mengkonsumsi obat golongan ini melampaui ED. Bahkan tenaga medis sangat berhati-hati, lebih baik memilih obat jenis ini yang masih jauh EDnya demi manfaat yang optimal bagi pasien.

Ditilik dari ED, keamanan obat lebih mementingkan manfaat optimal bagi kesembuhan. Bukan melampaui ED berarti obat tidak aman, memunculkan efek samping atau efek toksik. Yang lebih penting ketidak amanan obat disebabkan oleh perubahan konsistensi, bentuk, warna (termasuk kekeruhan pada sediaan steril injeksi atau tetes mata). Jadi obat yang melampaui ED tidak serta merta tidak berkhasiat dan tidak pula pasti memunculkan efek samping.

Contoh ED obat dalam kondisi bervariasi

Obat

ED pada suhu 25

ED pada suhu 35

Amoksisilin caplet

5 tahun

Kurang dari 2,5 tahun

Amoksisilin syrup yang telah dicairkan

14 hari

7 hari

Hidrokortison cream

3 tahun

1 tahun

Insulin vial

30 hari

7 hari

Catatan penting :

Pembahasan self life dan ED di atas adalah pada kondisi kemasan belum dibuka/ belum digunakan produknya.

Teh Sebagai Antioksidan

Friday, December 7th, 2007

Oleh : Bu Tunggul


Antioksidan dalam teh sangat terkenal sebagai salah satu penyebab panjang umur di Negara Jepang dan China. Dikenal banyak macam teh di Negara Asia pada umunya, yakni teh hijau, teh hitam dan teh Oolong. Yang disebut teh China biasanya merujuk pada teh hijau.

Di dalam daun teh terdapat senyawa polifenol dan enzim polifenol oksidase.

(more…)

PROBIOTIC vs PREBIOTIC

Thursday, November 29th, 2007

Oleh : Ibuke Bogi


Kita sangat biasa mengenal yogurt sebagai salah satu makanan sehat terbuat dari probiotic. Namun sesungguhnya di Sumatera Barat dan Malaysia, ada produk local yang lebih popular disbanding yogurt yakni Dadih/dadiah. Yogurt dan dadih sama-sama berasal dari susu yang difermentasikan dengan bakteri probiotic sehingga menghasilkan konsistensi gel. Bakteri-bakteri probiotic mengubah laktosa (gula dalam susu) menjadi asam laktat yang derajat keasamannya lebih rendah berkisar 4-5.

(more…)

Mengenal Asam Folat (Folate)

Wednesday, November 21st, 2007

Oleh: Ibuke Bogi


Asam folat adalah nama lain dari vitamin B9, merupakan vitamin yang larut air. Vitamin yang larut air bila dikonsumsi berlebih akan dikeluarkan bersama urin, tidak diakumulasi di dalam tubuh.

Menurut WHO asam folat dikategorikan klas A artinya aman dikonsumi oleh ibu hamil, malahan wajib dikonsumsi oleh wanita yang ingin hamil dan ibu hamil selama trimester pertama.

(more…)