SILATURRAHIM
Oleh Azhari Yahya*
Silaturrahim atau sering juga orang menyebutnya silaturrahmi merupakan kata yang sangat tidak asing dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam kehidupan keluarga muslim. Tanpa perlu mempersoalkan kata mana yang lebih tepat untuk dipakai, apakah keduanya mengandung pesan, makna dan nilai filosofi yang sama. Untuk menjaga konsistensi pembahasannya, dalam artikel ini saya menggunakan kata silaturrahim bukan silaturrahmi. Tulisan singkat ini berupaya untuk menjelaskan pentingnya silaturrahim diantara sesama, bagaimana bersilaturrahim dan apa manfaat dari silaturrahim tersebut.
Pentingnya silaturrahim
Rahim secara bahasa berarti rahmah yaitu lembut dan aksih sayang. Silaturrahim berarti menghubungkan atau menjalin rahmah diantara sesama. Seseorang dikatakan dekat kerabat apabila dia telah memiliki rasa kasih sayang satu sama lain. Abu Ishaq berkata: dikatakan paling dekat rahimnya yaitu orang yang paling dekat kasih sayangnya dan paling dekat hubungan kerabatnya. Dalam hal ini Allah berfirman “Dan bertaqwalah kepada Allah SWT yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim” (Q.S. An-Nisa’, ayat 1).
Dalam sebuah hadis Qudsi yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a., beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Allah SWT berfirman: Aku, Tuhan Yang Maha Pengasih, dan sifat kasih sayang itu Aku pecahkan dari salah satu nama-Ku; oleh karena itu, barangsiapa yang menjalin hubungan kasih sayang itu, maka Aku pun menyambung kasih sayang dengannya, dan barangsiapa memutuskan hubungan silaturrahim itu, maka aku memutuskan hubungan kasih sayang dengannya”.
Hadis Qudsi di atas dengan gamblang menjelaskan kepada kita betapa pentingnya menjalin tali silaturrahim diantara sesama. Untuk menunjukkan begitu seriusnya persoalan ini, sampai-sampai Allah SWT pun ikut memutuskan kasih sayang-Nya dengan orang yang memutuskan silaturrahim. Bahkan lebih jauh lagi dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud r.a., beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersada yang artinya “sesungguhnya pintu-pintu langit ditutup bagi orang yang memutuskan silaturrahim”.
Ditambah lagi dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah, beliau bersabda yang artinya “Sesungguhnya semua amal umatku dilaporkan setiap kamis sore, malam jum’at, maka tidak akan diterima amal orang yang memutuskan hubungan silaturrahim” (lihat Subulus Salam IV, hal. 161). Hadis ini merupakan sebuah ancaman besar bagi orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan diantara sesama. Jangan sampai amalan baik yang kita kerjakan begitu banyak tercela hanya gara-gara memutuskan tali silaturrahim ini.
Lalu, bagaimana caranya dan apa manfaat bersilaturrahim?
Untuk menjawab pertanyaan ini, dalam sebuah suhuf Allah berfirman “ya ibnu Adama shil rahimaka bimaalika fain bakhilta bimaalika au qalla maluka faamsyi ilaihi birijlika”. Artinya “wahai anak Adam, pererat persaudaraanmu dengan hartamu, dan bila kamu merasa sayang (kikir) dengan hartamu atau hartamu itu hanya sedikit, maka berjalanlah kakimu (kunjungilah).”
Suhuf di atas menjelaskan kepada kita bahwa silaturrahim dapat dipererat melalui harta atau kekayaan selama kekayaan yang dimiliki itu digunakan pada jalan yang benar. Namun bagi orang yang tidak punya harta tidak menjadi kendala pula untuk bersilaturrahim. Bagi orang tersebut cukup dengan mengunjungi rumah saudara-saudaranya. Bahkan Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk mempererat tali silaturrahim walaupun hanya dengan ucapan salam. Di era modern ini, bagi orang yang terlalu sibuk tidak sempat untuk saling berkunjung, silaturrahim dapat dijalin melalui telepon, internet bahkan sms untuk saling menyapa diantara sesama.
Singkatnya silaturrahim bisa mempererat persaudaraan. Ketika persaudaraan terjalin maka akan timbul rasa kasih sayang. Kasih sayang merupakan langkah awal untuk saling memberi dan menyapa yang ujung-ujungnya saling menguntungkan.
Fakta menunjukkan bahwa tidak ada seorangpun yang hidupnya sukses di dunia ini tanpa menjalin hubungan baik (silaturrahim) dengan orang lain. Karena itu sangat beralasan tentunya untuk disimpulkan bahwa silaturrahim merupakan salah satu kunci sukses dalam hidup ini.
*Azhari Yahya
Dosen Fakultas Hukum Unsyiah, Banda Aceh;
sekarang PhD student at Monash University, dan Ketua Monash Indonesian Islamic Society (MIIS), Victoria, Australia.