Spring Vs Alergi

Spring vs Alergi
oleh: bu Tunggul

Kehidupan di negara dengan 4 musim memiliki keunikan. Tidak saja dalam hal perubahan suhu disertai dengan variasi tumbuh kembangnya tanaman, banyak keadaan lingkungan yang berubah disertai dengan perubahan pola penyakit. Summer dan autumn identik dengan kanker kulit/melanoma; winter dengan influenza virus, commoncold hingga defisiensi vitamin D; winter hingga spring dengan diare akibat infeksi rotavirus, dan Spring yang selalu menuntut kewaspadaan terjadinya peningkatan alergi.

Spring ditandai dengan mulai mekarnya bunga-bunga nan menarik warnanya, tumbuh suburnya rumput-rumputan, sayangnya juga diikuti oleh peningkatan angin. Salah satu alergi yang terkenal meningkat selama spring adalah alergi karena pollen/serbuk sari. Pollen dari bunga, rumput dan juga spora dari jamur menambah parahnya lingkungan sehingga memudahkan munculnya alergi pada individu yang memiliki kekhasan/bakat alergi.

Kejadian alergi sudah sering kita dengar atau bahkan alami. Kata alergi secara umum diidentikkan dengan tindakan penolakan. Contohnya saya alergi dengan kanker alias kantong kering. Sesungguhnya apa sih alergi itu?

Alergi dan prosesnya
Alergi adalah reaksi hipersensitivitas (kelewat sensitif) akibat masuknya antigen dalam tubuh. Masuknya antigen ke dalam tubuh bisa melalui apa saja seperti hirupan/jalan nafas, kulit bahkan melalui saluran cerna.Masuknya antigen oleh tuuh langsung dikenali oleh limfosit dan antibodi sebagai benda asing yang harus dilawan. maka terjadilah reaksi antigen-antibodi. Aktivasi limfosit akan menyebabkan terjadinya peradangan/inflamasi dalam tubuh diikuti dengan upaya eliminasi antigen oleh sel fagosit, sistem komplemen, limfosit dan antibodi. Pada individu normal tanpa bakat alergi, peristiwa reaksi antigen-antibodi ini tidak menimbulkan munculnya gejala negatif, namun pada individu dengan bakat alergi maka bisa muncul gejala yang bervariasi mulai kemerahan, gatal, sesak nafas hingga akibat fatal lainnya seperti penurunan tekanan darah.
Pada individu dengan bakat alergi, terjadinya reaksi antigen-antibodi berlanjut dengan dilepaskannya berbagai senyawa bioaktif oleh sel mast seperti histamin, slow reacting substance of anaphylaxis (SRSA), prostaglandin, tromboksan, platelet activating factor (PAF), eosinophil chemotactic factor of anaphylaxis (ECFA), leukotrien dan neutrofil chemotactic factor (NCF).

Sumber alergi
Tidak hanya hawa dingi saja yang menjadi pemicu alergi, banyak bahan dan keadaan yang menjadi sumber/pemicu alergi (disebut alergen), antara lain :
-pollen baik dari bunga maupun rumput
-dust mites (kutu dari debu rumah/karpet)
-spora jamur
-venom/racun dari gigitan serangga
-getah tanaman (ivy,oak beracun), getah buah spt pisang, kelengkeng, rambutan
-cat
-logam (emas, perak, nikel)
-kosmetika
-makanan
-obat
Kosmetika pemicu alergi antara lain quarternium ditemukan sbg pengawet shampoo, sunscree, cat kuku; kobalt klorida dalam cat rambut, fragance mix dan balsam peru dalam skin lotion.
Makanan sumber alergi yakni susu sapi dan dairy product lainnya, telur, kacang tanah, kedelai dan kacang lainnya, seafood, gandum dengan gluten, ikan teri, nangka, durian.
Obat-obat pemicu alergi yang sangat terkenal adalah golongan penisilin, sulfa, basitrasin(dalam salep kulit), neomisin sulfat (dalam salep kulit, bahan tambahan dalam makanan hewan, deodoran, sabun). Selain itu maraknya obat baru glukosamin (untuk osteoporosis, dan artritis) yang dibuat berasal dari kerang juga harus diwaspadai karena memicu alergi juga.

To be continued….jenis alergi, dan terapi alergi.