Hidup berdampingan dengan ROTAVIRUS
By : ibuke Nisa
Winter di negara 4 musim identik dengan kemunculan virus-virus antara lain rotavirus penyebab diare pada balita. Panas, muntah adalah awal terjadinya infeksi rotavirus.
Sebelum tahun 1970an, setiap kasus diare terjadi dokter selalu menganggap penyebabnya adalah bakteri. adanya penemuan antibiotic ternyata tidak mampu menurunkan angka kematian bayi dan balita akibat diare di seluruh dunia masa itu. Mulailah para ilmuwan mencoba menemukan apa sebenarnya mikroorganisme penyebab diare tersebut. sesungguhnya di tahun 1943 Jacob Light dan Horace Hodes secara tak sengaja menemukan suatu material yang tersaring dari feses anak-anak yang terserang diare, yang saat itu juga menyebabkan diare pada ternak. Barulah pada tahun 1973 ilmuwan
Barulah di tahun 1974 Thomas Henry Flewet mengusulkan nama virus penyebab diare ini : ROTAVIRUS, setelah melihat bentuk virus tsb berupa roda (Rota dalam bahasa Latin berarti roda), dan disetujui oleh komite taksonomi virus pada tahun 1978.Rotavirus serotype baru ditemukan pertama kali pada tahun 1980, setahun kemudian dapat ditumbuhkan rotavirus dari manusia pada media kultur sel, dan urutan RNAnya baru dipublikasikan secara penuh di Nature tahun 1995.
Infeksi Rotavirus di dunia
Pada tahun 2004 WHO melaporkan telah terjadi sebanyak 527.000 kematian balita karena diare rotavirus di seluruh dunia. Rotavirus A merupakan penyebab 90% terjadinya diare pada manusia. Rotavirus juga pernah dilaporkan menyebabkan kematian akibat diare pada hewan ternak seperti kambing, sapi, babi, ayam dan itik bahkan kelinci dan kuda. laporan terbaru menyebutkan setiap tahun di Negara berkembang terjadi 2 juta kasus diare balita karena rotavirus berakhir dengan 611.000 kematian balita. Bahkan di Negara maju seperti Amerika, tiap tahun terjadi setidaknya 2,7 juta diare rotavirus, berakhir dengan 60.000 penderita dirawat di rumah sakit dan 37 balita dilaporkan meninggal karenanya. Pada tahun 1981 terjadi kasus besar/kejadian luar biasa (KLB) diare rotavirus di
|
Negara |
Angka kematian |
Tahun pelaporan |
|
|
1 dari 61 hingga 113 kasus |
2006 |
|
|
1 dari 390 hingga 660 kasus |
2007 |
|
|
1 dari 1800 kasus |
2007 |
|
Uni eropa |
1 dari 20.433 kasus |
2006 |
|
Amerika |
1 dari 21.675 kasus |
2007 |
|
|
1 dari 115.000 kasus |
200 |
Bahaya Rotavirus
Rotavirus menyerang pemasakan endocytes pada vili usus halus, menyebabkan kerusakan pada vili usus tersebut sehingga menghambat proses pencernaan dan absorpsi sari makanan. Akibat tidak tercernanya dan tidak terserapnya sari makanan dan air oleh usus, maka terjadilah diare sangat encer. Selain itu rotavirus menyebabkan muntah dan panas (diatas 38ºC). Bahaya utama infeksi rotavirus adalah terjadinya dehidrasi dan shok hingga memudahkan terjadinya kematian. Dibanding dengan infeksi bakteri, infeksi rotavirus lebih berbahaya karena selalu dimulai dengan muntah yang memicu dehidrasi awal, diikuti dengan diare sangat encer dan sering memperparah dehidrasi selanjutnya.
Waktu terjadinya
Winter adalah masa terbaik inkubasi rotavirus. Kasus infeksi rotavirus di Negara dengan 4 musim terjadi selama winter. Biasanya menyerang anak di childcare, anak usia sekolah dan para lansia di aged care. Di Negara tropis, sepanjang tahun dapat terjadi infeksi rotavirus ini.
Cara penularan
Penularan rotavirus yang utama melalui feses penderita yang masuk secara oral. Tangan yang terkontaminasi setelah BAB adalah sumber penularan utama. Selain itu muntahan penderita juga menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga atau teman-teman childcare/sekolah. Juga bahan atau alat yang tercemar muntahan penderita perlu dicermati sebagai sumber penularan, maka harus dicuci bersih.
Obat
Tidak ada obat bagi diare rotavirus. Diare karena bakteri dapat diobati dengan antibiotic (contoh diare amuba dengan metronidazol, diare karena shigella diobati dengan cotrimoksasol, diare karena kolera diobati dengan tetrasiklin atau doksisiklin), sedangkan diare karena rotavirus tidak ada obat antivirus yang mampu mengobatinya. Oleh karena itu hal terpenting adalah melakukan pencegahan dengan imunisasi rotavirus pada anak berumur 2 hingga 6 bulan. Bila terlanjur terjadi diare rotavirus maka tindakan utama mencegah kematian adalah dengan memberikan upaya rehidrasi/penggantian cairan tubuh dan elektrolit baik secara oral maupun intravena. Kalau bayi masih minum ASI makan jangan hentikan pemberian ASI. oralit baik buatan pabrik maupun bikinan sendiri (larutan gula garam) merupakan cara ampuh menangkal kematian akibat diare rotavirus.
Vaksin rotavirus
Sejak tahun 1990an marak upaya pembuatan vaksin rotavirus. Salah satunya adalah RotaShield yang pernah diluncurkan di Amerika pada tahu 1990an. Namun di tahun 1999 vaksin tersebut ditarik dari pasar oleh FDA karena terbukti menimbulkan efek samping bowel sindrom berbahaya. Barulah di tahun 2004 diluncurkan human monovalen dan pentavalen vaksin rotavirus di Negara Amerika Latin, Uni Eropa, Amerika dan
Keamanan dan efikasi kedua macam vaksin yang diberikan secara oral tsb telah terbukti berkisar 74-85% berdasarkan clinical trial di negara Amerika Latin, Uni Eropa dan Amerika. Baik RotaRix maupun RotaTeq tidak mengandung bahan pengawet thimerosal yang diduga menjadi penyebab autisme pada balita.
Sejak Juli 2007 imunisasi rotavirus wajib diberikan pada bayi hingga umur 6 bulan bagi semua bayi yang lahir setelah Mei 2007 di seluruh Negara bagian di Australia.
Kabar terbaru yang membahagiakan dating dari Prof Ruth Bishop (Royal Children Hospital, Melbourne) yang bekerjasama dengan peneliti dari UGM yakni Prof Yati Soenarto yang pernah melakukan penelitian diare rotavirus di Yogyakarta, mulai tahun lalu menjajaki pembuatan vaksin rotavirus baru dengan PT Indofarma yang rencananya akan dipasarkan di Indonesia dan Negara Asia lainnya pada tahun 2011