Benarkah Coklat memicu Migren?

by: bu Ika

 

Migren adalah sakit kepala yang sering terjadi berulang. Lima puluh persen penderita migren mengalami episode berulangnya migren sekali setiap bulan. Migren dikaitkan dengan beberapa bahan makanan yang diyakini sebagai pemicu, salah satunya coklat. Menurut International Headache Society (HIS) migren yang disebabkan oleh makanan disebut sebagai dietary migraine, haruslah memenuhi beberapa criteria jika benar-benar disebabkan oleh bahan makanan. Berikut criteria untuk menilai dietary migraine :

  • migren terjadi pada waktu yang tertentu setelah konsumsi bahan bersangkutan
  • dapat dipastikan dosis minimum bahan makanan yang menyebabkan migren muncul
  • migren terjadi paling sedikit pada 50% masuknya bahan makanan
  • saat bahan makanan tidak dikonsumsi, bisa dipastikan migren akan hilang

 
Dietary migraine muncul sejak tahun 1712 saat seorang dokter John Fothergill mendiagnosis dirinya sendiri mengalami serangan migren saat mengkonsumsi coklat. Sejak saat itu seakan melekat bahwa coklat adalah biang kerok pemicu migren.Pada tahun 1925 Curtis-Brown mengemukakan teori migren yang disebabkan protein, salah satu bahan yang masuk dalam teorinya adalah coklat.bahkan di tahun 1982 saat diadakan Annual meeting dari American Association for the Study of Headache (AASH) mengagendakan hubungan antara makanan dengan migren. Pertemuan ini menginisiasi dilakukannya penelitian tentang kaitan coklat dengan migren. Blau dan Diamond melakukan penelitian di UK, sementara ilmuwan lainnya seperti Marcus, Moffet dan Gib melakukannya secara terpisah di Amerika.

 

Senyawa yang diduga memicu migren

Secara umum dinyatakan bahwa senyawa amin yang aktif bekerja pada pembuluh darah seperti serotonin (5HT) dan norepinefrin (NE) yang terkandung dalam beberapa bahan makanan dipercaya menginduksi munculnya sakit kepala termasuk migren. Senyawa-senyawa ini diduga baik secara langsung maupun tidak langsung memicu sakit kepala. secara langsung, senyawa amin mampu mengubah pembuluh darah, dan secara tidak langsung memicu pelepasan epinefrin (EP) yang mampu mengubah pembuluh darah. Selain itu banyak senyawa amin baru ditemukan yang diyakini terkait migren yakni tyramin (TYR), histamine (His) dan beta-feniletilamin (PEA). PEA dimetabolisme oleh enzim monoamine oksidase (MAO), diduga adanya defisiensi dari MAO akan memicu migren.Diduga coklat memiliki kandungan TYR dan PEA yang tinggi.

 

Hasil penelitian

Baik penelitian di UK maupun Amerika menggunakan sukarelawan baik penderita maupun non penderita migren yang diberi coklat dan placebo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah double blind dimana baik responden maupun peneliti tidak tahu mana yang coklat dan mana yang placebo. Setelah para responden ngemil coklat atau placebo, mereka diharuskan mengisi kuesioner tentang migren didasarkan pada criteria dari IHS. Waktu terjadinya serangan migren dibatasi dalam kurun waktu tidak lebih dari 22 jam. Penelitian yang besar ini menghasilkan kesimpulan bahwa ternyata baik responden yang mengkonsumsi coklat dan placebo sama-sama mengalami serangan migren dengan persentase yang sama sekitar 50%. Lebih jauh, pada coklat dilakukan penelusuran lebih lanjut besarnya kandungan TYR dan PEA. Lebih mengangetkan, dalam coklat tidak ditemukan kadar TYR dan PEA yang tinggi walaupun telah dilakukan penelitian kandungan kedua senyawa ini pada berbagai jenis coklat dan produk olahannya.

 

Penelusuran lebih dalam, menyimpulkan dari para responden yang mengalami migren, factor hormonal dan stress malah menjadi salah satu pemicu migren yang kuat dibandingkan dengan konsumsi coklat. Selain itu data riwayat keluarga ditemukan adanya kaitan genetic dari para orang tua responden. Akhirnya factor hormonal, stress dan genetic menjadi factor resiko munculnya migren. Hingga kini coklat belum terbukti memicu migren.

 

Kesimpulan

Jikalau seorang individu mendapat serangan migren setelah makan coklat, kemungkinan besar ada factor hormonal, stress atau genetic yang jauh lebih memegang andil memicu migren, daripada sekedar factor makan coklat.