Makan Kesemek (Persimmon), siapa takut ???

Oleh : ibuke Bogi

 

 

Kesemek atau Persimmon (Dyospyros) sudah dikenal lama di seluruh Asia termasuk Indonesia. Buah berwarna hijau kekuningan seperti berbedak makin jarang dijual di pasar tradisional di Indonesia. Penampilan yang dinilai kurang menarik, mengurangi minat masyarakat untuk mengkonsumsi kesemek. Namun, di musim gugur di Negara beriklim 4 musim seperti Australia ini, kesemek yang popular dengan nama persimmon ini menghiasi pasar dan took buah, dengan warna kuning oranye ranum menggoda selera.

Buah yang nama Latinnya Dyospyros yang berarti buah para Dewa ini sungguh sesuai dengan namanya. Kesemek berbuah saat musim gugur tiba, dengan berbagai varietas yang dikembangkan maka buah ini menjadi andalan bisnis ekspor dan impor buah di Negara Australia, jepang, Korea, Cina bahkan Amerika. Perdagangan persimmon ini bahkan telah terekam dalam perjalanan Maro Polo di abad 14 di Cina.

Buah asli Jepang, Cina dan Birma ini memiliki 2 macam jenis besar, yakni yang sepet (seperti salak) dan yang manis. Yang dikembangkan di banyak Negara adalah jenis yang manis, bervariasi seperti Dyospyros Fuju dan Hichiya yang asalnya dari Jepang dengan bentuk agak lonjong dan D.kaki yang bentuknya bulat. Keduanya sama-sama memberikan rasa manis, tidak sepet walau belum begitu matang. Warna buah ini kuning oranye. Buah ini bisa langsung dimakan tanpa dikupas, baik yang masih agak keras maupun yang sudah agak lembek. Buah persimmon mulai dikembangkan di Australia sejak tahun 1982, mulailah saat itu persimmon mewarnai autumn di Australia. Persimmon Australia ternyata menjadi andalan ekspor ke Malaysia, Singapura, Thailand. Jepang dan Hongkong. Salah satu daerah penghasil persimmon di Australia adalah di daerah-daerah sebelah utara Brisbane.

Nutrisi

Sesuai dengan warna buah ini, maka ditemukan kandungan vitamin A, beta karoten di dalamnya. Juga kandungan kalium sangat tinggi serta kadar serat yang 2 kali lipat lebih tinggi dibanding apel, memberi nilai tambah untuk mengkonsumsi buah ini. Dalam buah ini ditemukan adanya senyawa anti kanker yakni asam betulinat, katekin dan epigalokatekin (seperti dalam teh). Namun ditemukan juga senyawa shibuol (pada buah mentah) yang jika dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan diare.

Jadi jangan lupa belanja persimmons saat autumn, karena harga sedang murah dan menyehatkan. Bahkan buah yang masak dan lunak dengan rasa manis yang menggiurkan malah dijual dengan harga paling murah, karena tampaknya masyarakat di sini lebih menyukai persimmon yang masih agak keras, dijual lebih mahal.

Penelitian di Korea menyatakan bahwa konsumsi persimmon menurunkan resiko ateroskerosis (penyebab penyakit jantung koroner). Di salah satu desa yang dikenal sebagai asal mula buah persimmons di jepang yakni di Okayama, banyak ditemukan para lanjut usia mencapai umur 100an tahun, yang salah satunya disebabkan konsumsi persimmon yang banyak mengandung senyawa antioksidan beta karoten ini.

Resep persimmon

Buah persimmon bisa dikonsumsi seperti apel dan stone fruit (nectarine, peach, plum, apricot), dibawa sebagai bekal makan siang atau jalan-jalan. Namun bisa juga dibuat manisan bagi yang tidak menghindari gula, atau ditambahkan dalam adonan roti (kue bolu, pancake). Juga tidak kalah menarik bikin rujak /lotis dengan buah persimmon, tomat, dan pear (rujak Australia nih ye).

Met nyoba…..