Archive for March, 2008

Pengajian MIIS 29 Maret 2008

Monday, March 24th, 2008

 

Assalamu’alaikum wr wb.,

Dengan ini kami mengundang bapak, ibu, adik, sahabat, teman, santri semua untuk menghadiri Pengajian MIIS, yang insya 4JJI akan diselenggarakan kembali pada:

Hari/tanggal : Sabtu / 29 Maret 2008
Tempat : Masjid Beddoe - Clayton
Pukul : 15.30 - 17.00 (ditutup dengan sholat Ashar berjamaah)
Pembicara : Ust. M. Yahya

Tema : Hikmah Maulid Nabi Muhammad saw


Semoga 4JJI swt meringankan hati dan kaki kita semua untuk dapat menghadiri pengajian ini, saling berbagi ilmu, dan berlomba-lomba mendapatkan berkahNya. InsyaAllah. Jazakumullah khairan katsira.

Wassalamualaikum wr. wb.
Sie Dakwah dan Sosial - MIIS

MIIS 2007 - 2008

BAY LEAF samakah dengan daun salam?

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh : ibuke Bogi

Masakan Indonesia tak bisa lepas dari daun salam sebagai penambah aroma khas. Tum, bumbu urap matang, sayur lodeh, garang asem, gadon, opor, dan bubur beras rasanya tak mantap tanpa daun salam. Di Australia ini daun salam diterjemahkan sebagai bay leaf, namun tidak semua bay leaf ternyata adalah daun salam seperti yang orang Indonesia maksudkan. Bila kita membeli bay leaf, dengan mudah kita bisa membedakan apakah itu daun salam yang kita maksud atau bay leaf yang lain. Namun tak jarang kita kecewa karena penjual tetep ngotot yang dijual bay leaf, namun setelah kita pakai memasak aroma yang kita bayangkan seperti daun salam ternyata tak muncul dan bikin kecewa….

Daun salam adalah Indonesian bay leaf. Nama latinnya Syzygium polyanthum atau Eugenia polyantha. Bentuk daunnya sangat khas, dengan bau mirip jambu karena memang tergolong keluarga jambu-jambuan (Myrtaceae). Sementara bay leaf dalam dunia kuliner Barat adalah daun Laurus nobilis yang hanya akan memberikan bau yang kuat setelah daun dikeringkan. Tanaman ini berbeda keluarga dengan daun salam. Laurus nobilis adalah keluarga Lauraceae, daunnya lancet lebih kecil dibanding daun salam. Struktur daun lebih kuat sehingga setelah dikeringkan tidak mudah koyak, tidak seperti daun salam yang mudah koyak dan berubah warna coklat tua bila terlalu lama dikeringkan. Bay leaf Laurus ini asalnya dari mediteran, dan banyak mempengaruhi gaya kuliner dunia barat. Setelah dikeringkan (walau agak lama) warna daun tetap coklat cerah dan muda. Bay leaf inilah yang mendominasi dan dipasarkan di Australia karena memang sangat mudah tumbuh di sini. Aroma yang dihasilkan bay leaf ini tidak sekuat dan segurih daun salam.

Daun Salam

Daun Salam

Bay Leaf Laurus

Bay Leaf Laurus

 

 

Masih ada bay leaf lain yang dipasarkan di banyak Negara, yakni Indian bay leaf yang nama Latinnya Cinnamomum tejpata. Tanaman ini keluarga Lauraceae. Aroma yang dihasilkan mirip daun kayu manis. Karena memang satu keluarga dengan kayu manis/cinnamom, maka bentuk daun adalah type daun kayu manis dengan tulang daun bukan menyirip, tapi sejajar.

 

 

Indian bay leaf

Di Indonesia terutama masakan dari Aceh yang terpengaruh budaya India, mengenal daun salam lainnya yang dikenal dengan nama Salam koja. Baunya sangat khas, bentuk daunnya seperti daun kedondong atau daun mimba (neem leaf). Salam koja ini sesungguhnya adalah Muraya koenigii tanaman keluarga Rutacea (jeruk-jerukan, seperti kemuning). Di sini daun salam koja dapat tumbuh subur dan juga dijual baik segar maupun kering popular dengan nama Curry leaf karena memang menjadi bumbu wajib masakan kari dan masakan India lainnya.

Curry leaf

 

 

Jika terpaksanya tidak ada daun salam, maka bolehlah bay leaf Laurus menjadi penggantinya daripada sama sekali tidak ada penambah aroma untuk sayur lodeh, bubur, tum, dll. Namun jangan salah, daun salam tidak bisa digantikan dengan salam koja atau Curry leaf untuk masakan non kari jika tidak ingin aromanya rusak.

Fitofarmaka

Daun salam Indonesia terkenal sebagai obat penurun kadar gula darah dan tekanan darah, namun bay leaf Laurus lebih sebagai anti radang. Curry leaf dikenal sebagai antiinfeksi.

Met masak-masak….

 

Makan Kesemek (Persimmon), siapa takut ???

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh : ibuke Bogi

 

 

Kesemek atau Persimmon (Dyospyros) sudah dikenal lama di seluruh Asia termasuk Indonesia. Buah berwarna hijau kekuningan seperti berbedak makin jarang dijual di pasar tradisional di Indonesia. Penampilan yang dinilai kurang menarik, mengurangi minat masyarakat untuk mengkonsumsi kesemek. Namun, di musim gugur di Negara beriklim 4 musim seperti Australia ini, kesemek yang popular dengan nama persimmon ini menghiasi pasar dan took buah, dengan warna kuning oranye ranum menggoda selera.

Buah yang nama Latinnya Dyospyros yang berarti buah para Dewa ini sungguh sesuai dengan namanya. Kesemek berbuah saat musim gugur tiba, dengan berbagai varietas yang dikembangkan maka buah ini menjadi andalan bisnis ekspor dan impor buah di Negara Australia, jepang, Korea, Cina bahkan Amerika. Perdagangan persimmon ini bahkan telah terekam dalam perjalanan Maro Polo di abad 14 di Cina.

Buah asli Jepang, Cina dan Birma ini memiliki 2 macam jenis besar, yakni yang sepet (seperti salak) dan yang manis. Yang dikembangkan di banyak Negara adalah jenis yang manis, bervariasi seperti Dyospyros Fuju dan Hichiya yang asalnya dari Jepang dengan bentuk agak lonjong dan D.kaki yang bentuknya bulat. Keduanya sama-sama memberikan rasa manis, tidak sepet walau belum begitu matang. Warna buah ini kuning oranye. Buah ini bisa langsung dimakan tanpa dikupas, baik yang masih agak keras maupun yang sudah agak lembek. Buah persimmon mulai dikembangkan di Australia sejak tahun 1982, mulailah saat itu persimmon mewarnai autumn di Australia. Persimmon Australia ternyata menjadi andalan ekspor ke Malaysia, Singapura, Thailand. Jepang dan Hongkong. Salah satu daerah penghasil persimmon di Australia adalah di daerah-daerah sebelah utara Brisbane.

Nutrisi

Sesuai dengan warna buah ini, maka ditemukan kandungan vitamin A, beta karoten di dalamnya. Juga kandungan kalium sangat tinggi serta kadar serat yang 2 kali lipat lebih tinggi dibanding apel, memberi nilai tambah untuk mengkonsumsi buah ini. Dalam buah ini ditemukan adanya senyawa anti kanker yakni asam betulinat, katekin dan epigalokatekin (seperti dalam teh). Namun ditemukan juga senyawa shibuol (pada buah mentah) yang jika dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan diare.

Jadi jangan lupa belanja persimmons saat autumn, karena harga sedang murah dan menyehatkan. Bahkan buah yang masak dan lunak dengan rasa manis yang menggiurkan malah dijual dengan harga paling murah, karena tampaknya masyarakat di sini lebih menyukai persimmon yang masih agak keras, dijual lebih mahal.

Penelitian di Korea menyatakan bahwa konsumsi persimmon menurunkan resiko ateroskerosis (penyebab penyakit jantung koroner). Di salah satu desa yang dikenal sebagai asal mula buah persimmons di jepang yakni di Okayama, banyak ditemukan para lanjut usia mencapai umur 100an tahun, yang salah satunya disebabkan konsumsi persimmon yang banyak mengandung senyawa antioksidan beta karoten ini.

Resep persimmon

Buah persimmon bisa dikonsumsi seperti apel dan stone fruit (nectarine, peach, plum, apricot), dibawa sebagai bekal makan siang atau jalan-jalan. Namun bisa juga dibuat manisan bagi yang tidak menghindari gula, atau ditambahkan dalam adonan roti (kue bolu, pancake). Juga tidak kalah menarik bikin rujak /lotis dengan buah persimmon, tomat, dan pear (rujak Australia nih ye).

Met nyoba…..

 

Sarasehan Khatib Jumat

Tuesday, March 18th, 2008

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kemampuan kita dalam berdakwah serta mendukung kegiatan sholat Jumat di Melbourne dan sekitarnya, Monash Indonesian Islamic Society (MIIS) bekerjasama dengan Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV) mengundang rekan - rekan semua untuk hadir dan berperan aktif dalam Serasehan Khatib Jumat yang telah diselenggarakan pada hari Minggu, 10 Februari 2008 bertempat di Masjid Westall, 130 Rosebank Avenue, Clayton South

Kegiatan ini dipandu oleh Ustadz Zulfikar dengan nara sumber,
Ustadz Urai Salam dan Ustadz Suparto

urai.JPG suparto.JPG

Materi untuk sarasehan khatib Jumat ini adalah sbb :
1. Rukun dan syarat sah khutbah Jumat
2. Contoh-contoh mukadimah dan doa untuk khutbah
3. Latihan mempersiapkan dan mempresentasikan khutbah
4. Feedback/evaluasi

Foto foto kegiatan tersebut dapat dilihat sebagai berikut

dsc00882-medium.JPG dsc00886-medium.JPG

Dipenghujung acara dilakukan foto bersama seluruh beserta. Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada segenap pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini.

dsc00893-large.JPG

Westall, February 2008

Panitia :
MIIS - IMCV

Rekaman pengajian Perdana MIIS 2007-2008 bersama Bp. Suparto

Saturday, March 1st, 2008

Ass. Wr Wb,

Alhamdulillah, sebelum Bp. Suparto kembali ke Indonesia, MIIS berkesempatan mengundang beliau dalam pengajian perdana MIIS bulan Januari 2008. Bagi sahabat sahabat MIIS yang ingin mendengarkan pengajian tsb, dapat mendengarkan melalui file rekaman pengajian tsb.

Berikut link file ceramah P. Suparto

mbahparto.jpg

Semoga dapat memberikan manfaat dalam peningkatan iman dan ibadah kita semua, amien

Wass. Wr Wb

MIIS 2007- 2008