Teh Sebagai Antioksidan
Oleh : Bu Tunggul
Antioksidan dalam teh sangat terkenal sebagai salah satu penyebab panjang umur di Negara Jepang dan China. Dikenal banyak macam teh di Negara Asia pada umunya, yakni teh hijau, teh hitam dan teh Oolong. Yang disebut teh China biasanya merujuk pada teh hijau.
Di dalam daun teh terdapat senyawa polifenol dan enzim polifenol oksidase. Tergantung cara pengolahan teh, dihasilkan jenis-jenis teh di atas. Bila dau/pucuk teh dikeringkan secara langsung tanpa melalui tahap pelayuan/witehr, maka enzim polifenol oksidase akan inaktif, sehingga dihasilkan teh hijau/green tea. Sementara itu bila dilakukan tahap pelayuan sekitar 1-2 jam, enzim polifenol oksidase bekerja mengubah polifenol dalam teh menjadi produk antara, menghasilkan teh Oolong. Bila pelayuan dilakukan lebih lama sekitar 6 jam, maka enzim polifenol oksidase akan mengubah secara maksimal senyawa polifenol sehingga terbentuk teh hitam/black tea. Dalam teh hijau terkandung polifenol jenis epigalokatekin galat (EGG), sedangkan yang terdapat dalam black tea adalah tehaflavin galat (TFG) (lihat gambar di bawah).
Di Taiwan dan China, teh Oolong lebih diminati daripada teh lainnya, sementara di Asia pada umumnya green dan black tea adalah favorit. Sebagain besar masyarakat dunia awalnya lebih menyukai black tea sebelum akhirnya sekarang beralih ke green tea karena klaim bahwa green tea jauh lebih bermanfaat daripada black tea. Di Amerika bahkan teh telah menjadi favorit khususnya saat autumn dan summer, dalam kemasan iced tea. Di seluruh Jepang dan Amerika di vending machine dapat ditemukan berjenis-jenis iced tea. Di Australia sendiri, semakin hari makin dirasakan munculnya macam-macam teh kombinasi, yakni baik black tea maupun green tea dibuat campuran dengan rempah-rempah lainnya (Chai tea, rose hip tea, ginger and lemon tea, chamomile tea, dll). Green tea makin dominant dicampur dengan buah-buahan local seperti raspberry, strawberry, black currant, apple, peach, lemon, peppermint dan jasmine (di Australia ada Australian jasmine yg mirip dengan kembang gambir/keluarga melati di Indonesia). Banyak produsen teh main di pasar Australia karean pasaran dinilai cukup baik, seperti Dilmah dari Srilangka, 2Tang dari Indonesia, Aik Cheong dari Malaysia, dan tentu saja pabrik local seperti Lipton.
EGG TFG
Selain adanya senyawa EGG dan TFG, dalam teh terkandung trace mineral seperti flurida, magnesium, mangan dan kalium/potassium. Besar kecilnya kandungan trace mineral tersebut tergantung pada tanah dan iklim tempat teh dikebunkan. Maka tidak heran jika teh akan menguatkan gigi selain adanya tannin yang dikandung teh.
EFEK FARMAKOLOGI TEH
Selama ini ada klaim bahwa green tea lebih berkhasiat disbanding black tea. Namun kenyataannya tidak semuanya benar. Penelitian yang pernah dilakukan di Jepang dan Amerika yang dilakukan pada skin cancer, didapatkan hasil bahwa kemampuan kedua teh ternyata tidak berbeda secara bermakna. Namun ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa kemampuan green tea lebih kuat dalam menekan proses mutagenesis (proses pembentukan kanker) pada uji dengan Salmonella typimurium dan kemampuan perbaikan DNA bila diberikan selama 1 hari saja. Menariknya, bila kedua macam teh baik green tea (GT) maupun black tea (BT) diberikan selama waktu minimal 30 hari, maka kemampuan keduanya dalam menekan mutagenesis dalam hepar akan sama. Juga dalam meningkatkan enzim detoksifikasi di hepar seperti enzim sitokrom P-450 dan UDP-glukoronil transferase (kedua enzim adalah pelindung hepar), kemampuan GT maupun BT tidak berbeda.
Penelitian yang lebih baru di China pada kanker esophagus dan perut yang disebabkan adanya Helicobacter pylori, ditemukan bahwa baik GT maupun BT sama-sama mampu menurunkan resiko terjadinya kedua kanker tsb secara tidak berbeda.
Di Jepang dimana perokok terbanyak dunia ada di sana, diperoleh angka kejadian resiko kanker paru-paru yang jauh lebih kecil disbanding Negara lainnya. Salah satu laboratorium di Jepang giat mengungkap penyebabnya, yakni adanya konsumsi teh yang setidaknya 5 cangkir dalam sehari bagi penduduk Jepang. Penelitian di Amerika lebih ditekankan pada penurunan resiko penyakit kardiovaskuler pada peminum teh di sana yakni dengan menurunkan kadar kolesterol dan LDL dalam darah.
SISI NEGATIF TEH
Tanin yang dikandung teh bila berikatan dengan logam valensi banyak seperti besi, kalsium dan aluminium akan membentuk ikatan komplek secara kimiawi, sehingga menghasilkan senyawa besi dan kalsium yang sulit diserap tubuh. Oleh karena itu jika menginginkan manfaat yang maksimal dari mineral tersebut, hindarilah minum teh bersama mineral tersebut. Semisal pada penderita anemia, atau ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan banyak zat besi, maka diseyogyakan minum tablet besi/iron tidak dengan air teh. Begitu pula jika menginginkan manfaat maksimal dari kalsium baik dari susu ataupun dari tablet kalsium, janganlah minum bersama dengan teh. Namun kebiasaan minum teh dicampur susu masih saja ada dan bahkan menjadi sebuah kenikmatan tersendiri khususnya bagi pecinta teh tarik di India dan Malaysia (termasuk saya penggemar teh tarik). Obat antacid yang mengandung aluminium dan magnesium juga jangan diminum dengan teh, karena kan mengurangi khasiat antacid bagi penderita gastritis (gangguan maag).