Mengenal Asam Folat (Folate)

Oleh: Ibuke Bogi


Asam folat adalah nama lain dari vitamin B9, merupakan vitamin yang larut air. Vitamin yang larut air bila dikonsumsi berlebih akan dikeluarkan bersama urin, tidak diakumulasi di dalam tubuh.

Menurut WHO asam folat dikategorikan klas A artinya aman dikonsumi oleh ibu hamil, malahan wajib dikonsumsi oleh wanita yang ingin hamil dan ibu hamil selama trimester pertama. Asam folat diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan putih, mencegah anemia dan terjadinya neural tube defects (NTDs) seperti anensefali (tidak terbentuknya batok kepala) dan spina bifida (penonjolan kea rah luar tubuh sumsum dan tulang belakang, mengakibatkan kelumpuhan). Selain itu kekurangan asam folat akan menimbulkan terjadinya gangguan di ginjal dan juga hepar janin, munculnya Down syndrome, serta gangguan di saluran kemih.

Besarnya kebutuhan asam folat untuk ibu hamil berkisar 400 mcg. Konsumsi asam folat aman hingga 1000 mcg. Efek samping kelebihan asam folat antara lain : nausea, menurunnya nafsu makan, flatulen/kembung kentut, serta alergi ringan.

NTDs merupakan salah satu gangguan yang sering muncul pada ibu hamil. Gangguan ini dapat dikenali dengan mudah bila ibu sering memeriksakan kehamilan selama hamil/antenatal care, pemeriksaan USG dan darah. Pemeriksaan darah khususnya melihat tingginya kadar Alfafeto-protein (AFP).Mulai umur kehamilan 16-18 minggu sudah terdeteksi dengan jelas munculnya AFP. Jika kadar AFP masih dalam batas normal, ibu hamil tidak perlu khawatir. Kadar AFP akan mencapai puncaknya pada minggu ke 30-32 kehamilan. Ibu hamil yang mengalami morning sickness secara berlebihan/hiperemesis gravidarum memiliki resiko defisiensi asam folat.

Menurut laporan WHO 2/3 kasus NTDs bisa diselamatkan dengan konsumsi 400-600 mcg asam folat. Beberapa sumber asam folat antara lain :

sayuran hijau daun seperti bayam, silver beet, brokoli.

Buah : apokat, pisang, jeruk, berry

Telur

Ragi (vegemite)

Makanan yang diperkaya asam folat (nasi, pasta, kedelai, cereal)

Sesungguhnya hati mengandung banyak asam folat terutama setengah matang/mentah. Namun hati yang dimasak setengah matang/mentah dan dairy produk lainnya yang tidak dipasteurisasi adalah sumber utama spora bakteri Lysteria monocytogenesys penyebab utama penyakit listeriosis. Oleh karena itu sangat tidak dianjurkan konsumsi asam folat dari hati dan unpasteurised dairy product.

Listeriosis muncul pada ibu hamil dalam bentuk abortus, infeksi janin, gangguan pernafasan bayi dan meningitis/radang selaput otak.

Pemberian suplemen asam folat diharuskan selama kehamilan trimester pertama. Selain itu masukan makanan yang diperkaya dengan asam folat sangat dianjurkan.

Sejak tahun 1995 Australia dan NZ mengijinkan beredarnya makanan yang diperkaya dengan asam folat sebagai upaya menurunkan angka kejadian NTDs. Banyak cereal seperti rice bubbles, corn flakes, bran, dan oats diperkaya dengan asam folat. Juga dalam susu kedelai dan rice milk, selain diperkaya dengan kalsium banyak yang diperkaya dengan asam folat. Dalam komposisi produk dengan jelas tercantum berapa besar kandungan folatnya.