Minyak Goreng Yang Sehat

Oleh : Ibuke Bogi

Kalau ibu-ibu pergi berbelanja, adakah pertanyaan yang sempat terlintas saat menentukan pilihan membeli minyak goreng? Mungkin pilihan akan jatuh kepada jenis minyak yang menurut ibu menyehatkan, kalau bisa murah. Atau malah memilih jenis minyak goreng yang sudah biasa dikonsumsi dengan alasan takut masalah perubahan rasa. Iklan minyak goreng yang digembar-gemborkan produsen sebagai ‘ bebas kolesterol’ tampaknya juga sangat mempengaruhi pilihan konsumen.

 

Minyak jelas mengandung lemak, namun dengan memperhatikan jenis-jenis lemak yang ada maka kita bisa menjadi konsumen yang ’smart’ dalam memilih minyak goreng. Setidaknya di dalam minyak goreng terkandung lemak jenuh (saturated fat/lipid)= LJ dan lemak tak jenuh (unsaturated fat/lipid)=LTJ golongan mono dan polyunsaturated. Lemak tak jenuh/LTJ adalah lemak yang menyehatkan karena dibutuhkan tubuh untuk pembentukan sel-sel baru, serta proses imunologis/pertahanan tubuh terhadap infeksi dan alergi. Yang terkenal sebagai LTJ golongan polyunsaturated antara lain asam omega 3 dan 6 yang telah diteliti sebagai antioksidan handal. Oleh karena itu, demi kesehatan anggota keluarga sangat berasalan jika dalam memilih minyak goreng, ibu-ibu harus memilih jenis minyak yang lebih banyak mengandung LTJ. Salah satu tanda yang paling mudah dikenali untuk membedakan di dalam minyak lebih banyak terkandung LTJ yakni dengan mengamati apakah minyak tidak membeku bila hawa di ruangan dingin. Di Indonesia, saat musim kemarau dimana suhu lebih dingin maka akan jelas kelihatan minyak yang mengandung lebih banyak LJ dan sedikit LTJ akan mudah membeku. Di Negara dengan 4 musim, akan mudah diamati saat winter bahkan akhir autumn. Hindarilah jenis minyak goreng ini karena berarti lebih banyak lemak tak sehat yang dikandungnya. Selain dengan memgamati konsistensi minyak di saat hawa dingin, maka ibu-ibu dapat pula mencocokkan jenis minyak dengan kandungan lemaknya. Berikut ini table yang mungkin sangat bermanfaat.

 

Jenis minyak

Lemak jenuh/LJ (%)

Lemak tak jenuh/LTJ (%)

 

 

monounsaturated

polyunsaturated

Butter

66

30

4

Canola

6

62

32

Coconut

92

6

2

Corn

13

25

62

Cottonseed

24

26

50

Grapeseed

12

17

71

Margarine hard

80

14

16

Margarine soft

20

47

33

Olive oil (extra virgin, virgin, refined)

14

73

11

Palm (sawit)

52

38

10

Peanut

18

49

33

Soybean

15

24

61

Safflower

10

13

77

Sunflower

11

20

69

 

Butter (yang terbuat dari lemak hewani) mengandung jenis LJ sangat tinggi dibandingkan LTJ, maka lemak ini perlu dikonsumsi dengan hati-hati. Jika dikonsumsi kadang-kadang saja mungkin masih bisa ditorerir. Begitu pula minyak kelapa, minyak sawit dan margarine yang jenisnya hard harus tidak menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari jika ibu-ibu ingin menghindarkan timbulnya berbagai macam penyakit degeneratif (diabetes mellitus/DM, jantung koroner, hipertensi, stroke, perlemakan di hepar). Pilihan dapat jatuh pada minyak-minyak yang lebih banyak mengandung LTJ seperti Canola, Corn, Soybean, Saffflower dan sunflower yang masih terjangkau harganya. Minyak kacang walaupun lebih banyak mengandung LTJ dan harganya murah, namun ada yang perlu menjadi kehati-hatian yakni alergi peanut yang terkadang tidak disadari padahal efek sampingnya bisa jadi fatal bahkan kematian. Minyak zaitun/olive mahal harganya dan bukanlah topnya minyak seperti yang selalu dibayangkan konsumen karena sesungguhnya canola, corn, soybean, safflower dan sunflower lebih baik karena kandungan LTJ khususnya polyunsaturated yakni omega 3 dan 6 sebagai antioksidan sangat tinggi.

 

Bagaimana dengan vegetable oil? Minyak ini biasanya merupakan campuran dari minyak kelapa/sawit, ditambah dengan minyak kedelai, canola dan jagung. Jadi masih ada LJ yang banyak walaupun sudah tak sebanyak minyak kelapa dan sawit.

 

TIPS :

 

Pilih minyak yang lebih banyak mengandung LTJ

 

Jangan selalu menganggap minyak yang ditambahi omega 3 dan 6 selalu baik, karena pada minyak dengan kandungan LTJ banyak, biasanya kandungan polyunsaturatednya (omega 3 dan ) juga sudah ada dan mencukupi.

 

Double penyaringan tidak serta merta menghilangkan kandungan LJ dalam minyak.

 

 

MET BELANJA ‘SMART’